Kumpulan kata yang terjebak dalam rasa bingung,marah,kecewa,sedih,bahagia yang tak dapat keluar dari lidah yang kelu
Sunday, 24 May 2020
23 Mei 2020 Untuk Yerzhan
Malam takbiran ini tidak ada yang lebih besar dibanding sekarang aku langsung menulis sebagai seorang suami dan bapak. Si anak seperti tidak mau melewatkan momen bagi bapaknya ini dengan si Bapak hanya mencantumkan pengalamannya melewati Lebaran sebagai suami. Bersama istri berduaan di rumah. Tidak! Anakku langsung mau eksis. Lebaran bersama istri dan anak.
Sudah menjadi suami saja sudah membuatku terpana, ditambah menjadi seorang bapak juga. aku berkejaran dengan instingku yang harus terupdate. Dahulu aku bertanya-tanya bagaimana rasanya menjadi seorang bapak. Ternyata sama saja! Ini bocoran kepada yang lain.
Ahmad Yerzhan Ali Alatas
Anak ini adalah anugerah dan penyelamat. Saat-saat menghitung bulan kelahirannya, aku kehilangan pekerjaan. Tidak pernah aku se khawatir ini dan se takut ini akan kehilangan pekerjaan selain saat itu. Aku merasa sangat terzalimi. Tapi tidak bisa protes ke siapa-siapa. Beban tanggung jawab menafkahi istri dan ibuku saat itu terasa sungguh berat.
Jualan susu jaheku tidak seberapa, bahkan mungkin cenderung banyak ruginya karena jarak tempuh ke agen-agen untuk mengantar minuman kini semakin jauh dari Pamulang. Dan aku harus mengantarkan minuman dalam satu hari untuk menghemat ongkos. Alhasil perjalan diatas 60km bolak balik jadi rutinitasku, belum lagi ternyata saat menagih uang, banyak minuman yang tidak laku., tetapi istriku selalu menerimanya dengan syukur.
Sambil berjualan di agen, aku juga mencoba berjualan di CFD di Pamulang. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran mertuaku saat itu. Tapi mereka sih terlihat biasa saja. Istriku yang sedang hamil selalu setia menemani. Walaupun saat itu hanya laku 4 botol - 2 dibeli orang sekeluarga, 2 lagi dibeli temanku yang tak sengaja bertemu dan masih aku ingat. Agak minder sih, tapi gakpapa karena aku pun tidak terlalu akrab dengan mereka - kami optimis minuman kami akan sukses. Ide-ide untuk promosi dan jualan produk lainnya pun berdatangan, tapi tak sempat di eksekusi karena sebenarnya masih agak setengah yakin juga apalagi yang membutuhkan modal.
Begitupun nasibku untuk melamar pekerjaan lain. Alhamdulillah aku bersyukur masih banyak yang mau memproses lamaranku di usia yang tidak lagi muda. Aku bahkan nekat banting stir melamar semua pekerjaan marketing, bahkan sales yang tidak pernah aku jalani sebagai karir professional. Tak terhitung sudah berapa kantor aku datangi, hampir semuanya selalu hilang kabar lagi setelah interview. Mungkin saat interview mereka melihat aku tidak semenarik CV-ku. Tak terhitung jarak yang sudah terlewati, bahkan PIK dan Bekasi aku sanggupi. Cikupa aku parani. Berapapun gaji yang ditawarkan sudah aku sanggupi yang penting aku punya pemasukan rutin untuk biaya persalinan dan sehari-hari dulu.
Selama hidup aku mencari pekerjaan, tidak pernah aku minta bantuan orang lain, tapi kemarin, aku sangat putus asa aku harus meminta bantuan semua orang. Teman SMA, bahkan para sepupu, dan kakak ipar.
Mungkin benar kata orang, apapun akan dilakukan untuk anak. Saat putus asa, ongkos makin menipis, tak ada panggilan kerja, aku sampai bilang ke Istri, "kalau bulan ini belum dapet kerjaan juga, aku mau daftar Gojek, ya."
Keputusan yang aku anggap sebagai jalan keluar terakhir dan bisa menenangkan hati, tapi kenyataannya tidak. Aku tidak diizinkan untuk menjadi driver gojek. SIM-ku sudah mati, STNK pajaknya belum dibayarkan hampir setengah tahun.
Apalagi yang bisa terjadi? Aku lupa ada yang Maha menjamin rezeki. Tidak ada satu makhlukpun yang hidup melain sudah dijamin rizkinya oleh Allah.
Aku lupa kalau ada hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Allah yang mengatur semua urusan. Aku akhirnya mendapat pekerjaan. Dekat dengan rumah, dan dengan gaji yang lumayan walaupun tidak besar. Aku seperti dilarang bekerja jauh-jauh dan dibayar dibawah standar.
2 Minggu aku bekerja, Allah mengizinkan bayiku lahir, 2 bulan lebih cepat. Mengacaukan semua rencana manusia - bapak dan ibunya yang sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari waktu untuk operasi, rs, dan dokternya. Bayi ini lahir secara normal. Yang khawatir adalah orangtuanya, terutama terhadap keselamatan istri yang memang kondisinya secara medis tidak memungkinkan untuk melahirkan normal, tapi hukum alam tidak bisa mengungguli hukum Allah. Atas izinnya semua bisa terjadi.
Semua seperti sudah disiapkan. Rizkinya, dan kelahirannya.
Lahir dengan kondisi prematur, bayiku terlihat sangat lemah. Setelah kelahirannya, dia langsung dirawat di ruang NICU selama total 6 hari. Saat hari pertama aku diizinkan untuk melihat dan meng-adzani, aku merasa seperti linglung. Seperti orang yang tidak tahu harus melakukan apa, tidak tahu harus merasakan seperti apa. Selang bantu pernapasan masuk ke dalam tubuhnya melalui mulut. Terlihat sedikit darah di mulutnya. Mungkin kalau ibunya melihat, akan menangis tidak tega.
Tapi Yerzhan anak yang kuat. Selang untuk bantu pernapasannya cukup 2 hari saja. Selebihnya, paru-parunya sudah mampu untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.
Setelah melahirkan, istriku dipindahkan ke ruangan perawatan dan menginap 1 hari saja. Tapi selama persalinan dari subuh sampai keesokan harinya, tidak ada SATUPUN dokter datang melihat kondisinya.Tapi kami tidak terlalu khawatir karena sungguh ajaib, istriku tidak seperti orang yang habis melahirkan. Setelah perwat yakin kondisinya segar, baru boleh pulang.
Setelah menginap semalam, istriku diperbolehkan pulang, kami tetap harus bolak balik ke rs untuk menengok anak kami dan agar si ibu bisa menyusui bayinya. rs kami adalah RSU, dan pada saat itu virus corona sedang caper-capernya. Perawatan dengan APD lengkap menjadi pemandangan sehari-hari setiap kami ke rs. Di depan juga sudah dibangun tenda darurat, membuat kekhawatiran kami bertambah lagi. Kami hanya berharap bayi kami bisa kuat dan dirawat di rumah. Setelah hari ke-6 lah kami diizinkan untuk merawatnya di rumah.
Ternyata perawatan di rumah hanya dari orangtuanya Pun tidak membuat kami tenang, justru sebaliknya. Kami seperti orang tua bodoh yang tidak bisa mengurus anak. Pada saat bayi kami pulang, kondisinya masih terlihat lemas, badannya masih agak kuning, dan matanya selalu terpejam. Pelan-pelan istriku merawatnya, menyuapi susu karena untuk menyusu sendiri masih belum terlalu kuat. Tak jarang istriku menangis karena merasa tidak bisa mengurus anak. Aku pun merasakan hal yang sama: Aku merasa takut. Aku takut kami tidak bisa mengurus bayi prematur, dan kondsi bayi kami semakin buruk. Pikiran itu berputar-putar di kepalaku. Aku berpikir bayiku akan meninggal! Tapi aku tidak pernah menceritakan ini kepada istriku.
Kami hanya mencoba menghibur diri, dengan mengatakan berulang-ulang bahwa bayi kami ini sungguh hebat. Bayangkan kalau dia lahir normal sekitar 9 bulan lebih, pasti rs akan lebih banyak pasien corona, kondisinya akan jauh lebih buruk dari ini. Allah menghindarkannya dari bahaya yang lebih besar.
Akhirnya dengan ketelatenan dan izin dari Allah, bayi kami tumbuh sehat. Bahkan sekarang dia gemuk sekali dengan ASI yang berlimpah. Saat vaksin DPT pun dia tidak panas seperti kata orang-orang.
Ah banyak sekali yang bisa diceritakan sampai umur 3 bulan ini. kekaguman akan kebesaran Allah tidak henti-hentinya kami panjatkan. Dari ujung kepala sampai kaki anak ini penuh keberkahan. Aku berterimakasih pada anakku, kalau bukan karena dia , rasanya tidak mungkin aku bisa bekerja sekarang. Entah kenapa aku yakin itu
Terima kasih Ahmad Yerzhan Ali Alatas
Wednesday, 5 June 2019
Tiba Juga
Allah telah menentukan aku bersekolah di luar negeri. Negeri yang dahulu rasanya tidak mungkin terjamah, namun aku pernah ada disana nyatanya.
Dahulu aku rasa tidak mungkin merasakan menikah, berkeluarga, memiliki anak, mendidik anak, dan seterusnya. Aku hanua merasa mungkin aku mati sebelum menikah.
Mungkin pada saat itu Allah belum mengumumkan, jadi semua terasa tidak mungkin.
Malam takbir ini, ada pintu kemungkinan yang terbuka. Insya Allah aku akan segera menikah. Apa yang harus dirasakan orang yang akan menikah? Mengapa aku merasa biasa saja. Entahlah, yang pasti aku merasa "mungkin"
Insya Allah ini menjadi bulan ramadan terakhir aku jomblo. Untungnya masih setahun kedepan jadi tidak terasa kaget kalau nanti ramadan bersama keluargaku. Insya Allah diberikan umur panjang.
Aku juga ingin mengingatkan diriku sendiri bahwa perjalanan menemukan jodohmu ini sudah yang TERBAIK. Percayalah!
Saat kamu berada di titik balik perjalanan cintamu, tidak langsung kamu menemukan sang pujaan hati. Dahulu ada hati hati yang dipuja, namun manusia adalah bersifat lemah dan tak berilmu. Hanya Allah yang mengetahui rahasia jodoh. Walaupun kamu mulai membuka diri terhadap perempuan perempuan berjilbab, dan insya allah sholehah, di perjalanan harus kandas juga. Ada yang menyerah, takut, sifat yang tidak mungkin bisa klik denganmu, dan lain sebagainya. Ada yang harus menempuh perjalanan jauh, syarifah, dan sebagainya.
Yakinlah Allah yang memutuskan semua. Insya Allah Allah berperan sepenuhnya. Niatmu baik. Bertemulah dengan jodohmu Dengan cara yang kamu usahakan, dan syarat yang kamu tetapkan. Baik kan Allah?
Di luar sana tentu banyak sekali perempuan yang jauh lebih baik di segala aspek. Tapi yang terbaik untukmu bukanlah yang sempurna. Catat ini "terbaik untukmu"
Perjalanan masih panjang. Kematian semakin dekat. Ikhlas lah dengan semua pemberian. Senang ataupun susah
Thursday, 14 June 2018
Rutinitas Tahun ke Sembilan
Saturday, 7 April 2018
Mengunjungi Paman
Semenjak ayahmu meninggal, ibumu sungguh merasa tak sanggup menghidupi bayinya. Bahkan untuk makannya sendiri pun sungguh sulit.
Orang berkata untuk mematikanmu. Hati ibu mana yang sanggup membunuh bayinya sendiri?
Dengan tekad yang kuat dia pergi dari tempat tinggalnya, mencoba untuk yang terakhir kalinya. Dia pergi menemuiku.
"Anak ini akan menjadi aliran rizki bagimu, Omega." Aku meyakinkan ibumu dan bersedia merawatmu.
Setelah menyusuimu hingga kau kenyang, dia hendak kembali ke kampung halamannya, walaupun berat, harus kulepas kepergian ibumu. Namun sungguh dirinya lah yang paling berat. Dia meninggalkanmu. Tak kusangka itu adalah air susu terakhir yang diberikan ibu kepada anaknya.
Sebelum pergi, ibumu berpesan untuk menamaimu Mikail. Nama Malaikat Allah. Bertugas memberi rizki untuk alam semesta.
Dimana ibuku dimakamkan, paman?
Akupun tidak tahu.
Sekarang waktunya sudah tiba untukmu. Doa ibumu dikabulkan. Namamu bergema di langit. Kau memang bukan malaikat, tapi kau adalah penerus rizki kepada orang-orang yang kesusahan.
Tapi tidak untuk ibuku.
Kata siapa? Kau adalah pemberi rizki terbesar untuk ibumu! Kau bisa melakukan itu.
Bagaimana caranya?
Berikan dia rizki dengan doamu yang tak terputus.
Pagi tadi aku berada di langit
kadang berada di dalam awan, pernah juga di atas awan
Hari ini aku menjejak kaki di atas tanah
Sebelum menjadi gelombang di laut
berlayar mengikuti riak ombak ombak kecil
Aku melihat semuanya
Megahnya gunung dan luasnya laut
Namun masih tak bisa menyaingi besarnya ego manusia
Sampaiku pada kesadaran diri
Apa gunanya?
Masih takkan berhenti perjalananku
Untuk menghidupi semuanya
Kecuali hawa nafsuku
Hanya dia yang tak bisa terpuaskan
Hingga tanah menutupi wajahku
Saturday, 24 June 2017
Kehadiran Dua Sosok
Setiap saya hendak menulis di malam takbiran ini, saya selalu mengingatkan diri saya sendiri. Ini tulisan akan lw liat lagi di tahun-tahun mendatang. Ini tulisan buat lw. Mungkin dari sekian banyak tulisan yang saya beri label, label malam takbir ini yang paling penting sebagai milestone saya.
Allahuma Innaka 'Afuwwun Tuhibbul 'afwaa fa'afuanna sudah berganti menjadi Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahilham. Dua dzikir ini rasanya beda banget. Langit rasanya beda. membingungkan, karena ini seperti merayakan kesedihan dan berduka atas suatu perayaan. ini paradox. ini tanda saya harus menulis.
Bulan Ramadan tahun ini tidak ada yang paling saya bersyukur karenanya kecuali dipertemukan dengan dua orang yang penting dan berjasa dalam ibadah ramadan saya. Dia adalah Al Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al Hamid. Kedua adalah Mayang Athira Degesniari. Dua orang yang ke sholihan - sholihah an nya menginspirasi saya untuk menjadi lbh baik
Syukur Alhamdulillah saya bisa diizinkan oleh Allah untuk dipertemukan dengan dua orang ini, walaupun yang satu tidak benar-benar ketemu, hanya melihatnya lewat channel youtube.
Al Habib Ali Zaenal Abidin saya nemu di YT. Dari awalnya setel2 dzikir atau bacaan qur'an sambil nemenin tidur, Habib Ali ini ada di suggested video, trus saya play ceramahnya. Dari situ saya menemukan banyak hal, dan sadar bahwa ilmu islam itu luar biasa luas, dan saya semakin merasa ga tau apa-apa. Beda ceramahnya, ga kaya yang sering didenger di TV One, di masjid2, yang rata-rata yang dibahas itu-itu aja (tanpa bermaksud menyombongkan diri).
Dari Habib Ali ini saya belajar BANYAK BANGET. Mulai dari sejarah-sejarah kehidupan Rasulullah yang saya ga pernah denger sebelumnya. Dari sana saya sadar, man! jaman rasulullah tuh emang beda peradabannya. sifat orang2nya beda, nilai2 yang dianut beda. Sempet sedikit saya membayangkan kok enak ya kayanya di jaman itu.
Saya juga belajar tentang ilmu-ilmu islam yang lain seperti dzikir, sholat, bahkan sampai adab-adab yang diajarkan islam. Takjub! Video Habib ini di upload di channel majelis taklimnya darul murtadza. itu ada seribuan video. Dari sana saya makin mengagumi beliau. Subhanallah ilmu yang disampaikan oleh hanya 1 orang ini begitu banyak. Dia cuma manusia dengan ukuran kepala yang ya sama kaya ukuran kepala orang normal, tapi isi dari kepala itu adalah sesuatu yang sangat mahal.
Trus kok saya merasa mulai nge fans. Tiap hari pasti dengerin. Dulu saya pernah tulis di tumblr tentang keheranan ketika ada orang yang ber statement mencintai habaib, mencintai rasulullah. Apa benar mereka mencintai dengan kadar cinta yang sama seperti kadar mencintai seseorang seperti yang saya tahu. Kita selama ini ga tau perasaan orang. kita menilai berdasarkan apa yang bisa kita rasakan. Dan, Iya. Orang bisa mencintai rasulullah seperti mencintai yang kita kenal. Orang bisa mencintai ulama seperti cinta yang kita kenal.
Habib Ali ini santun tutur katanya. tapi dia bisa bernada tegas dan tinggi juga, macam orang berorasi. Mungkin karena pake bahasa melayu juga jadi terasa lebih halus. Semoga beliau diberikan kesehatan wal 'afiat dan dipanjangkan umurnya. Ilmu itu luasnya ga terukur. Baru berasa saya mempelajari agama dari ceramah2 beliau. Banyak banget kajian tentang kitab-kitab yang bahkan gw ga pernah denger sebelumnya! Kitab A, B, C. Tak terwakilkan takzim dan takjub saya terhadap Habib Ali Zainal Abidin dengan tulisan ini.
Saya kalo minta sesuatu sama Allah suka malu klo minta spesifik. tapi di bulan Ramadan ini saya mencoba mengempaskan rasa malu itu, bodo deh Allah mau menanggapi kaya apa. Saya minta jodoh. Dengan sebut nama. Sounds demanding. Tapi saya berdoa jika jodohku telah Engkau dekatkan dalam diri Mayang Athira Degesniari, berikanlah kelancaran di semua urusannya. Namun jika jodoh kami masih Engkau rahasiakan, maka berikanlah ketabahan dan keikhlasan dalam diri kami. Berikanlah pengganti yang lebih baik. Setidaknya saya merasa less demanding. Dan dari rutinitas itu, hati saya perlahan luluh dengan ikhlas. Ikhtiar-ikhtiar sudah dilakukan. Selanjutnya serahkan sama Allah aja.
Ikhtiar saya dan ilmu dari Habib Ali Zaenal Abidin Al hamid ini sangat memudahkan ibadah ramadan tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Semoga kita dipertemukan lagi di ramadan berikutnya. Oiya, efek juga dari pindah kantor. Jadi lebih tenang ibadahnya di sini :)
Sunday, 28 May 2017
Why I quit
Sepanjang karir saya, baru kali ini saya keluar dengan alasan utama karena ga bisa menemukan mood baik lagi di sini. Walaupun karir saya juga belum lama lama amat, setiap resign pasti ada alasan lain seperti dapet beasiswa dan harus fokus skripsi. Biasanya juga se-ngga betah-ngga betahnya, durasi bekerja juga lebih dr setahun. Tapi di sini saya ga kuat bukan dlm artian saya lemah, tapi no hope deh di tempat ini. Mungkin ini juga sbg pengalaman pertama saya yg terjun ke industri korporat, setelah selama ini saya ada di dalam industri kreatif, adv agency, startup. Jadi kebayang juga culture shock nya. Berikut alasan saya resign, akan saya coba jabarkan mulai dr yg kecil sampe yang terkecil:
1. Yoga dipecat gara2 nyinyir di grup WA. Diasingkan ke sebuah ruangan selama beberapa lama. ga dikasi kerjaan. cuma duduk di meja kecil dan berkubang dg henponnya. Siksaan macam apa ini? pikir saya. Yoga telah bekerja di sini selama kurang lebih 8 tahun. Dia dipecat hanya karena hal itu.
2. Jimmy, Marketing Manager dr cabang medan di pecat. Salah satu alasannya krn dia menggunakan vendor untuk sosial media post. Inisiatif ini sepertinya tidak dihargai oleh corporate. Padahal content FB medan bagus krn vendor tsb. Gaji dia di hold beberapa lama.
3. Kelvin, Manager IT dipecat. Salah satu alasan yg saya dengar adl krn dia korupsi dana pengadaan laptop untuk cabang Bona Vista. Walaupun dia kayanya ga disukai, tapi masuk catatan saya krn kelakuannya yg seperti ini secara tdk langsung berdampak ke perekrutan karyawan.
4. Ivan, staff marketing Bona Vista dipecat. Salah satu alasannya karena kasus fotokopi flyers. Kualitasnya jelek, ada parent yang ngadu dan sampe ke kuping CEO. Dia dipecat begitu saja. Notificationnya hanya hitungan jam. Sadis
5. Vekky, Marketing Manager cabang Kebon Jeruk kabarnya tidak melanjutkan kontrak.
6. Pada bulan februari saat musim hujan, banyak karyawan yg telat masuk kantor, salah satunya saya. Namun tidak pernah lbh dr 1 jam. Pas saat penghitungan absen saya dipanggil salah satu admin HR dan ditanya knp kok banyak telat di bulan ini. Otomatis alasannya pasti krn macet n hujan, dan kalau ingin dilihat sepertinya hampir semua karyawan. Tapi saya dikasih warning "ini bisa kena SP nih" dalam hati saya shock. Otoriter sekali. Padahal setau saya perhitungan absen adl jika dlm sebulan telat lbh dr 8 jam akan kena potongan gaji. Pdhl saya yakin saya telat ga akan lbh dr 2 jam, tapi bahkan ancamannya bukan potong gaji tapi SP. Tingkat SP adl pernyataan show off. Hei gw bisa melakukan apapun atas diri lw. Di situ momen saya mulai memperhitungkan kemungkinan resign.
7. Di kantor saya (corporate) suasananya kurang friendly dan agak arogan. Orang2 lama bisa lbh leluasa berbicara agak keras, sementara yg orang baru bahkan hrs berbisik untuk berdiskusi. sering langsung di "ssstt" in. kan bangke
8. Bos saya langsung adl CMO. ada MM ada, tapi saya tdk bekerja under MM. jd bisa dibilang saya merangkap executive n manager krn jobdesk saya 'digital' adl baru bgt. pada akhirnya saya memepertanyakan hirarki ini yg lbh banyak mudhorot nya dibanding faedahnya. dengan bayaran seorang executive saya dituntut menjadi manager. bikin digital plan, report ke BOD,ngurus vendor plus kerjaan eksekusi, dan bahkan jadi kacung CMO, saya pernah disuruh bawain tas dia ke ruang meeting bawah yg jaraknya jauh bgt krn ada sepatu n mouse di tas nya. saya pikir okelah untuk merasakan atmosfer bekerja langsung dibawah bos besar, tapi ketika mereka seperti tidak terlalu peduli dg jabatan dan bayaran saya, saya merasa cukup sampai disini.
9. Pernah ada cerita bahwa dulu divisi IT kena SP. Alasannya? karena mereka semua sholat jumat, dan bertepatan dg salah satu bos yg butuh bantuan namun tidak ada orang. daaaan mereka di SP. Ini momen klimaks saya harus segera pergi dr sini.
10. CMO saya sering marah2in managernya. walaupun semua orang tau mrketing manager corporate ini agak 'unik' tetap tidak pantas seorang bos memarahi dan merendahkan bawahannya di depan orang lain seperti itu. dia tidak bisa menghormati orang lain sepertinya. tidak bisa melindungi bawahannya. buktinya banyak manager nya yang ilang.
11. CMO kami orang yg sangat boros. semua marketing sudah tau itu. 1.5 M dlm waktu 3 bulan dikeluarkan untuk hasil yg masih rabun.
12. Saya tidak bisa bereksplor untuk digital tapi saya diminta bikin target2. ini mah sama aja "bunuh aja gw"
13. Hirarki "I'm the boss, you have to obey everything I say" masih terasa sekali. Saat CMO dirawat di rs, operasional marketing di handle COO. disini saya benar benar merasakan hirarki itu. rasanya seperti dijajah. and i dont like it a lot. beberapa kali keluar dr mulutnya kata kata "I'm the boss" satu momen pernah saya di email hrs tlp dia pagi2 klo g salah bahkan sblm jam masuk kantor. saya merasa hal yg akan dibicarakan tdk urgent dan saya merasa lbh baik menjelaskan dg email. jadilah saya email. besokannya dia tanya knp saya ga tlp. saya bilang udh email. trus dia ga suka n bilang if your boss telling you to call, you have to call. get that mindset ya.
oh jd you think you can change my value too? mindset adl hal yg mendasar. lw ga bisa nyuruh2 orang ubah mindset. gw ga suka bgt digituin. dia pikir bisa melakukan itu thd gw?
14. My CMO tidak pandai mendengarkan pendapat orang lain. saya bahkan merasa lbh mudah ngikutin dia drpd argue sama dia. ini bukanlah hal yg bagus di dunia kerja apalagi klo bos nya udh tua. sering di beberapa kesempatan saya ga bisa bener2 menyatakan pendapat saya.
15. teman teman yang tertutup. mungkin krn kebanyakn udh pd berkeluarga. jd susah mau sharing2 ttg kehidupan kantor.
16. saya lbh merasa masuk sekolah dibanding masuk kerja. di lingkungan kerja setau saya biasa klo org mau istirahat. ngopi2 n ngerokok sebentar. di sini bahkan kami jd kaya anak sekolah yg hrs ngumpet2 untuk ngerokok. ga ada tea time, break sore dkk.
17. salah satu cabang dijual. staff harus dipindahkan ke bona vista. beberapa karyawan disini jd korban pemecatan juga. Intan staff marketing, ipin OB, mba ela staff UKS. hal ini menimbulkan ketakutan di staff lainnya. kasian kan mereka. ada yg single mom cerita dia ga tau gmn nasibnya klo dia yg dipecat.
18. Isu #17 terjadi setelah saya mengajukan resign dan yg bikin kesel adl ada kabar burung jg saya adl korban yg di cut juga. secara pribadi saya merasa direndahkan krn bagi saya status resign lbh baik dr dipecat.
19. Teman saya dr cabang cilegon dia disana cuma sendiri staff marketing. namun hrs mengerjakan semua tanggung jawab seorang manager. sudh dari dulu kita concern ttg hal ini. tapi dia tidak diperhatikan.
20. MM saya seperti dimusuhi hanya krn dia "berbeda", dinyinyirin sama ibu2 dsana yg umurnya ga jauh beda dr saya, ada jg yg udah ibu2. tapi suasana seperti ini memberikan energi negatif. walau saya jg ga bgitu cocok dg dia, tapi saya coba biasa aja, saya menghormati dia dan sifat2nya. toh bukan yg iseng atau mengganggu orang lain. kadang suka kasian, apakah mereka yg nyinyirin ga sadar klo itu bisa menyakiti perasaannya.
21. tidak bisa dipungkiri alasan saya hijrah dr dunia agency ke korporat adl agar hidup saya ga melulu mikirin kerjaan. saya ga mau stress mikirin kerjaan. tapi pd kenyataannya semua berubah. saya sering bahkan disuruh kerja weekend jaga booth. pas kerja stress krn hrs memuaskan bos bos dg hal aneh dan berubah2. awalnya fb post ga mau di plan, lalu pas meeting sama bos lain lagi saya disuruh bikin plan dong, "sok iye lu" klo kata bocah biskuat. mnding sekalian gw balik ke agency lagi, istilah katanya mah. ketauan stress tp bebas eksplore and bebas kerja, bisa ngopi2 ngeteh ngerokok tanpa merasa ga enak.
22. Selama bekerja sampai saat ini, sebenernya saya bingung apa hasil yg sudah saya kerjakan. Kebanyakan pekerjaan saya hanya 'ngikutin perintah' dan itu ga jelas. saya ga bener2 merasa mengerjakan sesuatu. berkarya sesuatu. buktinya adl sampai 7 bulan ini klo disuruh nulis portfolio dsini, saya gabisa jawab.
Kurang lebih segitu aja, saya takut mengada2 klo memaksakan. Tapi diluar itu semua saya bersyukur bisa bekerja di sini selama kurang lbh 7 bulan. banyak hal diluar professional yg saya pelajari. bekal penting untuk karir saya. hanya saja mindset saya bukan bekerja secara konvensional dg hubungan atasan dan bawahan yg kental. saya suka punya bos yg diskusi bareng, yg meng encourage pekerjanya untuk aktif sehingga mereka bisa ngobrolin apa aja. saya tdk menyalahkan mereka, mungkin inilah budaya kerja yg ada disini. ini yg membuat perusahaan ini bertahan 20tahunan. saya tidak bisa memaksakan perubahan seperti halnya mereka jg tidak bisa memaksakan perubahan thd diri saya.
sekian dan terima kasih
Wednesday, 26 April 2017
Aku Tidak Akan Sarapan Denganmu
Sampai kapan kau akan terus begini, Indira? Kau tahu aku tidak akan sudi menyentuh apapun darimu.
Berapa sendok gula yang biasa ditaruh di cangkir kopimu, James?
Kau tidak mendengarkanku. Jangan repotkan tanganmu.
Aku tidak repot. Tidak ada yang direpotkan.
Dan aku hanya tertawa dalam hati. Tidak ada yang direpotkan katamu?
Sudahlah Indira. Akui saja. Aku akan semakin membencimu di setiap gula yang kau sendok ke dalam kopiku. Kopiku? Tak sudi aku menyebutnya kopiku.
Kau tidak mengerti ya, Indira. Ini bukan sekedar secangkir kopi yang dibuatkan seseorang untuk sarapanku. Kau tidak akan bisa menggantikannya. Musuhkupun bisa membuatkanku kopi, jika ini hanya sekedar minuman di pagi hari.
Dia yang biasa membuatkanku kopi dengan takaran yang pas. 2+1 kopi dan gula. Tapi ini bukan sekedar takaran kopi. Ini adalah ritualku dengannya. Aku akan mengeluh betapa panasnya kopi yang dia buatkan untukku, dan dia akan marah-marah dan memaksaku minum. Aku akan mengeluh betapa encer kopiku, dan dia akan marah-marah dan memaksaku minum. Tapi dengan itu kami berinteraksi. Sebuah ikatan yang tidak bisa dipindahkan ke sembarang orang. Apalagi kau, Indira!
Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu mengakui barang secangkirpun! Tidak akan ada pernyataan bahwa kau pernah membuatkanki kopi selama dirinya tidak disini. Oh aku sangat mengenal watak burukmu!
Aku tidak akan membiarkan secangkir kopipun darimu yang akan kau gunakan untuk menyakiti hatinya nanti.
lucunya Indira, aku bahkan bisa membayangkan seandainya aku meminum kopi buatanmu, lalu dirinya kembali.
Apakah kau tau apa yang akan kau katakan padanya, Indira?
Kau pasti akan menyalahkan dia akan sesuatu yang tidak ada hubungannya, dan kopi adalah senjatamu. Kau akan beranggapan bahwa selama dirinya tidak disini, kaulah yang selalu membuatkanku kopi.
Kau memang iblis. Kau akan menyakiti hatinya. Tidak akan pernah aku membiarkan hal itu.
Sampai mati aku tak sudi. Jangan pernah kau buatkan aku secangkir kopipun!
Ini ritual kami.
Saturday, 3 September 2016
Duet
Ikatan batin diantara mereka semakin redup. Hubungan yang terjalin semakin mengendur. Semua ini bukan diakibatkan oleh mereka yang tidak pernah berlatih balet lagi, seperti yang selalu mereka lakukan setiap hari api di menara waktu berubah menjadi ungu, melainkan akibat godaan yang semakin kuat menyerang mereka. Amazon semakin dipuja wanita. Tiap keringat yang mengalir di dadanya yang telanjang di atas panggung adalah candu mematikan yang membuat semua wanita mabuk. Sedangkan pada Olive, karismanya tidak terbendung lagi. Setiap lekuk tubuh dan gairahnya saat menari membuatnya ratu yang dipuja semua orang. Perkataannya adalah titah saat ketenarannya dimanfaatkan para pencari keuntungan dagang. Amazon merasakan hal ini, begitupun dengan Olive. Namun mereka tidak mengetahui perasaan masing-masing. Kini mereka sibuk kembali tenggelam dalam kesenangan sementara. Akankah mereka kembali mengguncang dunia? Memberikan esensi kehidupan yang mereka yakini bersama?
Tuesday, 2 August 2016
Sedekat Bersin
Saya dapat cerita ini dari status FB yang di share salah satu teman. Kebaikan harus disebarkan
SEDEKAT BERSIN
@salimafillah
Dalam sebuah perjalanan kereta api dari Jakarta ke Yogyakarta, seorang pemuda bersin di kursinya. Diapun bertahmid, “Alhamdulillah.”
Dari seberang tempat duduknya terdengar suara lirih namun tegas, “Yarhamukallah.”
Maka diapun menjawab, “Yahdikumullah, wa yushlihu baalakum”, lalu menoleh. Yang dia lihat adalah jilbab putih, yang wajahnya menghadap ke jendela.
Harap diketahui bahwa ini adalah tahun 1980-an. Jilbab adalah permata firdaus digersangnya dakwah, dan ucapan “Yarhamukallah” adalah ilmu yang masih jarang diamalkan. Keduanya terasa surgawi.
Maka bergegas, disobeknya kertas dari buku agenda dan diambilnya pena dari tasnya. Disodorkannya pada muslimah itu.
“Dik”, ujarnya, “Tolong tulis nama Bapak Anda dan alamat lengkapnya.”
Gadis itu terkejut. “Buat apa?”, tanyanya dengan wajah pias lagi khawatir.
“Saya ingin menyambung ukhuwah & thalabul ‘ilmi kepada beliau”, ujar sang pemuda. “Amat bersyukur jika bisa belajar dari beliau bagaimana mendidik putra-putri jadi Shalih dan Shalihah.”
Masih ragu, gadis itupun menuliskan sebuah nama & alamat. “Kalau ada denahnya lebih baik”, sergah si pemuda.
Beberapa hari kemudian, pemuda itu mendatangi alamat yang tertulis di kertas. Diketuk pintunya, dia ucapkan salam. Seorang bapak berwajah teduh dan bersahaja menyambutnya.
Setelah disilakan duduk, sang bapak bertanya, “Anak ini siapa dan ada perlu apa?”
Dia perkenalkan dirinya, lalu dia berkata, “Maksud saya kemari; pertama nawaituz ziyarah libina-il ukhuwah. Saya ingin, semoga dapat bersaudara dengan orang-orang Shalih sampai ke surga.”
“Yang kedua”, sambungnya, “Niat saya adalah thalabul ‘ilmi. Semoga saya dapat belajar pada Bapak bagaimana mendidik anak jadi Shalih dan Shalihah.”
“Yang ketiga”, di kalimat ini dia agak gemetar, “Jika memungkinkan bagi saya belajar langsung tentang itu di bawah bimbingan Bapak dengan menjadi bagian keluarga ini, saya sangat bersyukur. Maka dengan ini, saya beranikan diri melamar putri Bapak.”
“Lho Nak”, ujar si Bapak, “Putri saya yang mana yang mau Anak lamar? Anak perempuan saya jumlahnya ada 5 itu?”
“Bismillah. Saya serahkan pada Bapak, mana yang Bapak ridhakan untuk saya. Saya serahkan urusan ini kepada Allah dan kepada Bapak. Sebab saya yakin, husnuzhzhan saya, bapak sebagai orang Shalih, juga memiliki putri-putri yang semuanya Shalihah.”
“Lho ya jangan begitu. Lha anak saya yang sudah Sampeyan kenal yang mana?”
“Belum ada Pak”, pemuda itu nyengir.
Orangtua itu geleng-geleng kepala sambil tersenyum bijak. “Sebentar Nak”, kata si Bapak. “Lha Anda bisa sampai ke sini, tiba-tiba melamar anak saya itu ceritanya bagaimana?”
Pemuda itupun menceritakan kisah perjumpaannya dengan putri sang Bapak di Kereta. Lengkap dan gamblang. Sang bapak mengangguk-angguk.
“Ya kalau begitu”, ujar beliau, “Karena yang sudah Sampeyan nazhar (lihat) adalah anak saya yang itu; bagaimana kalau saya tanyakan padanya kesanggupannya; apakah anak juga ridha padanya?”
Pemuda itu mengangguk dengan tersipu malu. Singkat cerita, hari itu juga mereka diakadkan, dengan memanggil tetangga kanan-kiri tuk jadi saksi.
Maharnya?
Pena yang dipakai pemuda itu meminta alamat sang Bapak pada gadis di kereta yang akhirnya jadi istrinya, ditambah beberapa lembar rupiah yang ada di dompetnya.
Hingga kini mereka dikaruniai 6 putra-putri. Satu putra telah wafat karena sakit setelah mengkhatamkan hafalan Qurannya. Lima yang lain, semua juga menjadi para pemikul Al Quran. Pasangan yang tak lagi muda itu, masih suka saling menggoda hingga kini. Itu tak lain, karena sang suami memang berpembawaan lucu.
“Salim”, ujarnya pada suatu hari, “Bibi’mu ini lho, cuma saya bersini saja jadi istri. Lha coba kalau saya batuk, jadi apa dia!”
Saya terkekeh. Dan lebih terbahak ketika bibi saya itu mencubit perut samping suaminya. “Kalau batuk”, ujar Hafizhah Qiraat Sab’ah ini, ingin bercanda tapi tak dapat menahan tawanya sendiri, “Mungkin beliau jadi sopir saya!”
Anda semua tak perlu jadi suka pura-pura bersin di angkutan umum setelah membaca cerita ini. Anda hanya perlu segera mendatangi Ayah seorang gadis, ketika tanda keshalihannya nyata. Selamat bersin. Eh, selamat berjuang.
Tuesday, 5 July 2016
Dari Yang Menjaga Diri
Hendak kemanakah dirimu?
Aku pun akan segera pergi dari sini, namun aku ingin melihatmu dulu sebentar lagi.
Temani aku merenung malam ini.
Masih adakah orang yang tertarik untuk bersama-sama tidak melakukan sesuatu?
Pikiranku terbuka seluas pandangan mata yang menatap langit senja dari atas gunung.
Tanpa halangan, menerima rahasia langit dari Tuhan.
Mengkhayalkan kumpulan awan.
Kadang aku berpikir ada rumah-rumah di atasnya.
Bagaimana rasanya tinggal di sana?
Engkau tidak salah! Memang ada sesuatu di balik awan. Lebih banyak lagi dibalik langit.
Aku sering berkunjung.
Namun kali ini aku ada di sini.
Berjalan di depanmu seakan-akan hendak pergi.
Padahal akulah yang sangat ingin berada di sini.
Menemanimu merenung tentang hari ini.
Apa yang sudah engkau lakukan?
Entahlah
Aku pernah berada sangat tinggi.
Aku pernah berada sangat rendah.
Aku pernah berdiam diri seperti emas.
Aku juga pernah berenergi buas tak bermanfaat.
Tapi kalau boleh jujur aku lebih menyukai malam ini dibanding malam sebelumnya.
Malam ini lebih tenang.
Mungkin hati engkau yang lebih tenang.
Malam sebelumnya terlalu banyak hal.
Terlalu banyak.
Aku senang engkau bisa merubah semua ini.
Tapi aku takut tidak mampu mempertahankannya.
Akhir-akhir ini aku semakin rapuh kala sendiri.
Mungkinkah aku bisa mendapatkan seorang sahabat?
Menurutmu bagaimana? Apakah aku bisa?
Aku pun tidak mengetahui. Tapi aku berharap semoga apa yang selama ini engkau pikirkan, adalah sebuah petunjuk dari Tuhan.
Jika tidak, bersabarlah.
Mungkin engkau masih belum pantas.
Ketahuilah, sesulit apapun yang engkau rasakan, aku akan selalu mendukungmu.
Aku tidak mau berdoa lagi.
Berdoa dengan memaksa.
Doa yang didorong oleh hawa nafsu.
Doaku selalu aku sembunyikan.
Semoga Tuhanmu tahu kalau aku malu.
Oh Dia Maha mengetahui.
Baiklah aku sebenarnya ingin menjabat tangan engkau dan mengucapkan selamat.
Tapi aku berharap sekali engkau bisa menemuiku lebih sering di kemudian hari.
Aku akan selalu berusaha menjadi lebih baik.
Siapakah dirimu wahai yang berjalan sendiri?
Akankah aku menemuimu lagi wahai yang hendak pergi?
Aku adalah engkau, saat dirimu ingin dimengerti.
Aku adalah sholat sunahmu yang engkau mulai geluti dengan segan.
Aku adalah sujudmu, ketika engkau berusaha membuatnya sempurna.
Aku adalah perempuanmu, yang akan kau bimbing di jalan Tuhan di dunia dan Isteri mu kelak di akhirat.
Aku adalah aliran air matamu saat engkau berdoa, yang kembali meresap ke dalam pori-pori, yang terhapus baju atau tanganmu, yang menguap ketika kau biarkan dia jatuh.
Aku adalah syahwatmu yang tidak kau jaga.
Aku adalah kesabaranmu yang sangat sedikit kau pelihara.
Aku adalah pikiran burukmu terhadap sesuatu.
Aku adalah Tarawihmu yang kau bergembira karena behasil mengejarnya.
Aku adalah embusan napasmu yang dirasakan tanganmu karena begitu dekat kau berdoa.
Aku adalah setiap kata yang keluar dari mulutmu saat kau melantunkan ayat Al-Qur'an.
Aku adalah doa khatam-mu, dan awalan Al-qur'an yang kau mulai lagi.
Aku adalah rasa malasmu, saat memasuki akhir-akhir Ramadan.
Aku adalah puasamu yang hanya Allah yang Maha mengetahui.
Aku adalah Ramadanmu.
Kau adalah kegembiraan diantara begitu banyak kesedihan.
Kau adalah kesedihan yang kurindukan. Kesedihan yang sebenarnya.
Selamat jalan. Semoga kita bisa bertemu lagi.
Saturday, 2 July 2016
Tips To Get Good Service Out Of Your Car Repair Company
Knowing what to do in auto repairs doesn't just come naturally. You must make your own guide utilizing your acquired knowledge. It may be nerve wracking to think about car repairs. However, you may use these guidelines to help you.
Always keep and eye around the radiator to make sure that it is actually full. Simply run the engine a few minutes and then cut the engine and lift the hood. Do not open the radiator if the car is running. Make use of dipstick to check on fluid levels and mix water with coolant in front of pouring it in.
Each time your old car or new car is repaired, despite why it is, keep a record from the repair. When the car has other issues later, it will also help the tech see its past records. If you lack such records, you may find yourself paying more income for diagnostic work.
Do a web-based search of reviews about your local automotive repair shop. These reviews will let you know of the company's quality, customer support satisfaction rates, etc. After that you can use that information to pick out a shop that one could feel at ease giving your hard earned money to.
Be aware of signs that the mechanic isn't really good. For those who have trouble getting a straight answer away from them, (or if perhaps, worse, they refuse to answer questions to your satisfaction) they probably aren't the kind of people you wish to work with. Since it is very important trust the one who is restoring your car, don't hesitate to search elsewhere for a person to fix your vehicle.
Try to self-diagnose before going to a garage. This can help save a lot of money over time by preventing from being taken benefit of by an unscrupulous mechanic. Unfortunately, some shops are under honest when diagnosing issues.
Assemble repair tools while keeping them inside your car, which means you are prepared constantly. Your vehicle probably was included with what you should change a tire. A good lug wrench and jack are key. Then have a screwdriver kit, socket wrench kit, ratchet set, torque wrench and adjustable wrench, too. Don't buy inexpensive tools. Instead, you must obtain solid tools that don't break whenever you really need them.
Bear in mind when you need to have the oil changed inside your car. You can put yourself in danger unless you buy your oil changed regularly. Your car is not going to last provided that it ought to as soon as the oil is not regularly changed, so be sure you have some type of reminder.
You don't necessarily need to go to your auto dealer to have work done. You can find good mechanics around that will fix your car. If you realise one you enjoy, you must hire him.
With one of these tips, you should have a much higher possibility of a smooth experience the next time your automobile stops working. With all the right information, you can enjoy better luck with auto repairs. Because of the tips relayed in this post, you'll be capable of take control of the situation next time your car or truck needs work.
Tuesday, 3 May 2016
Hari Sebelas Imajinasi
Hari ke sebelas
.
.
.
.
.
Jika aku boleh berimajinasi tentang sebelas hari berikutnya
Lalu satu hari berikutnya lagi ketika kita akhirnya bertemu
Menyicipi rasa asing diantara ruang pribadi yang akan kau isi lagi
Akankah dirimu mau mengalahkan segala ego?
Ataukah aku dan imajinasiku lagi yang mesti membenahi semuanya?
Tidakkah kau merasa iba?
Di hari kesebelas,
lalu satu hari lagi
Gerbang menuju perjalanan kita terbuka lebih lebar lagi
Dirimu memenuhi imajinasi
Saat kita saling mengerti
Semua hanya imajinasi
Tak bisa aku mengatakannya nanti pasti
Aku mungkin sudah tidak ada di hati lagi
Buat apa aku berimajinasi?
Sakit!!!
Sakit yang aneh!
Rasa apa ini?
Dosa-dosamu teraduk jadi satu dengan kenangan
Apakah aku tidak pernah bosan?
Tapi
Rasamu beda
Bukan fisik cantik
Model majalah dewasa bisa mengalahkanmu dalam sedetik
Kau sayang, seperti simbol ketundukan yang memberontak
Ketidakpedulian yang memperhatikan dari jauh
Dan aku tidak bisa hanya berimajinasi
Aku harus beraksi
Tapi aku sakit hati
Ada dia! Kau menyimpan hati!
Kenapa tidak selesaikan masalah kita?
Hanya sebelas hari
Lalu satu hari lagi
Aku ingin bertahan dengan sisa imajinasi
Kalau kau punya barang sedikit saja
Saturday, 16 January 2016
pertaruhan malam
hari ini saya resign dari kantor tempat paling lama saya bekerja
malam ini saya kembali merenungkan berjalannya hubungan saya
malam ini saya merenungkan kapasitas saya sebagai seorang calon pemimpin rumah tangga. saya bahkan tidak mampu menyuruhnya bertindak lbh baik tanpa membuatnya menangis.
malam ini johan sebastian bach - menyayat hati saya dengan Air on G (string) dengan sangat dalam
malam ini saya kembali memikirkan keputusan saya. benar atau salah langkah yang saya ambil
malam ini mungkin separuh hidup saya pertaruhkan
pada akhirnya saya kembali mengakui bahwa saya hanya seorang hamba
semoga Allah membimbing saya ke jalan yang lebih baik. sekarang saya mungkin sedang menginjak bebatuan jalan kasar untuk menuju jalan lurus yang mulus
Saturday, 9 January 2016
pikiran yg tidak bisa keluar
banyak hal yg datang di malam hari, hanya bisa terpikirkan olehku
mereka tidak bisa dikeluarkan lewat tulisan, untuk mengingatkan
mau menunggu sampai kapan?
apakah termaafkan?
Thursday, 16 July 2015
Undian Dari Tuhan
Beberapa kali Jura berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena besarnya cobaan yang diterimanya. Namun dalam setiap kehidupannya, selalu ada orang-orang yang datang menjadi alasan Jura untuk terus berjuang - yang menjadi obat penyembuhnya. Namun dia tetap bertanya-tanya, kenapa orang-orang itu selalu pergi disaat dia telah berhasil mengatasi satu masalah? Orang-orang itu seperti datang sebagai kiriman Tuhan untuk memberitahukan bahwa hidupnya masih panjang.
Karena selalu merasa ditinggalkan oleh orang-orang yang dulu datang untuk menguatkannya, Jura justru berpikir orang-orang itulah yang merupakan cobaan hidup Jura yang sesungguhnya - bukan masalah yang dia hadapi. Sejak saat itu, Jura bersumpah tidak akan berhubungan dengan orang-orang. Karena sakit hati akibat ditinggal orang-orang tercinta lebih menyakitkan dari semua masalahnya.
Jura berkelana, mencoba mendekatkan diri kepada Tuhannya. Ibadah menjadi prioritasnya. Namun kelam dunianya yang dulu masih sering berkunjung kedalam kepala dan hatinya.
Jura terus beribadah dan berdoa agar suatu saat nanti dikirimkan seorang laki-laki yang dapat menjadi pusat kehidupannya. Bukan cuma penolong dari masalahnya lalu menghilang, tapi seseorang yang bisa menjadi bagian dari masalah itu sendiri, namun juga menjadi jalan keluar di saat bersamaan. Laki-laki yang menjadi Yin dan Yang dari hidupnya. Tapi Jura hanya menunggu, hingga dia sakit tak sadarkan diri.
Dalam keadaaan sadar tak sadar, Jura dihampiri seseorang dan menggenggam tangannya. Jura dibawa jalan ke suatu tempat. Kemudian orang tersebut melepas tangan Jura. "Silakan masuk, kamu mendapat undian dari Tuhan." Kata orang tersebut.
Jura kemudian berjalan di sebuah padang rumput. Disana dia melihat seorang laki-laki yang sedang menggembalakan kambing, bebek, domba, dan sapi. Begitu banyaknya gembalaan laki-laki tersebut, tanpa ada satupun yang luput dari pengawasannya. Tak lama kemudian, seekor kambing melahirkan disana. Laki-laki itu kemudian mengambil anak kambing tersebut dan mematahkan lehernya. Jura terkejut melihat kejadian tersebut. Dia ingin sekali meneriaki laki-laki tersebut, tapi kaki dan mulutnya seperti kaku - tidak bisa digerakkan sama sekali.
Kemudian laki-laki tersebut melanjutkan gembalanya menuju padang rumput lain. Di tengah perjalanan, seekor sapi melahirkan. Laki-laki tersebut terlihat senang. Dia segera menghampiri anak sapi tersebut, mengeluarkan belati dari sarung di celananya, dan menyembelih anak sapi tersebut. Jura tak kuasa menahan tangisnya. Kemudian dia melihat laki-laki tersebut menyambut kambing, bebek dan hewan ternaknya yang lain yang telah melahirkan, lalu membunuh anak-anaknya satu persatu.
Jura kemudian secara tiba-tiba dapat menghampiri laki-laki tersebut. Dia bertanya kenapa laki-laki tersebut membunuh semua bayi dari ternak-ternaknya. Laki-laki itu menjawab dengan panik dan lemah, "aku tidak tahu. Aku sangat ingin ternakku beranak pinak. Tapi aku membunuh semua bayi dari ternak-ternakku." Laki-laki itu terlihat sangat lelah. Dia kemudian tertidur di bawah pohon, membuat ternak-ternaknya perlahan hilang dari pengawasannya.
Lalu semuanya menjadi sepi
Hanya suara yang dibawa angin yang aku dengar.
Suara itu semakin jelas terdengar.
Dia memanggilku dengan lembut namun mengintimidasi.
Inikah suara Tuhanku?
"Lihatlah Penggembala itu.
Betapa banyak ternaknya.
Tapi sekarang semuanya hilang, dan dia tidak mengetahuinya karena lelah tidurnya.
Dia ingin menambah ternaknya, namun yang dilakukan malah membunuh mereka.
Ternak itu ibarat amalan yang sudah dikumpulkan.
Yang dijaga dengan semua usaha.
Dan penggembala itu berniat untuk menambahkan amalannya.
Namun dia melakukan hal yang sia-sia.
Mengawinkan ternaknya hingga beranak. Betapa besar usaha yang telah dilakukannya.
Namun dia sendiri yang membunuh amalannya yang akan menjadi besar.
Hingga hilang semua amalannya.
Perhatikanlah dan ambil pelajarannya."
Jura merasa sangat sedih dan mulai menangis. Kemudian angin besar berhembus dan membangunkannya dari tidur. Saat itu Jura ingat semua dosa yang telah dilakukannya. Air mata mewakili banyaknya keburukan yang dilakukan untuk sekedar mengobati sedikit rasa takut, rindu, rasa haus kasih sayang, atau rasa kenyamanan. Kenapa rasa yang tidak akan ada habisnya, harus dipuaskan dengan sesuatu yang tidak dibenarkan? Yang kemudian hanya akan memuaskan sementara. Apakah jika kita mencari obat yang paten - yang datangnya dari kebaikan, atau dari ajaran Tuhan - bisa selamanya mengobati rasa-rasa tersebut?
Jura tidak mengerti. Dia belum mengetahui jawabannya. Tapi semua hal buruk yang pernah dilakukannya tidak bisa hilang dari ingatan. Apakah Jura termaafkan?
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf. Dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf. Karenanya maafkanlah aku."
Kemudian Jura berdoa lagi, semoga datang orang yang bisa memberikan, atau setidaknya mengajarkannya untuk mendapatkan obat paten dari Tuhan untuk tidak sekedar mengobati sementara.
Jura adalah kita. Pelajaran yang bisa diambil adalah dari si penggembala. Apakah kita sia-sia mengerjakan amalan kita? Apakah sia-sia puasa kita tahun ini? Amalan yang sudah kita kumpulkan harus hilang karena kita hanya mengambil obat yang menyembuhkan penyakit dengan sementara. Kita kecanduan dengan obat sementara ini. Ketika kita dimusuhi, kita balik memusuhi. Karena itu obat sementara yang membuat kita merasa baik untuk sementara. Sementara penyakit permusuhan itu tidak benar-benar sembuh.
Apakah penyakit nafsu birahi kita puaskan dengan sesuatu yang besifat sementara juga?
Tak pernahkah kita bayangkan - saat kita melakukan pemuasan sementara ini - perasaan orang yang akan diutus untuk menjadi penyembuh yang sebenarnya. Yang membawa obat cinta dan berusaha mencintai dengan ikhlas, mengetahui diri kita dahulu adalah pemuas obat sementara? Setiap hari dia harus hidup dengan pikiran ini, menerima kenyataan ini tanpa sedikitpun berkurang rasa cintanya. Betapa dia begitu sedih dalam keikhlasannya.
"Setiap mendengar kumandang takbir di malam Ramadan terakhir tahun ini, aku merasa malu.
Aku ingin berlari dan bersembunyi dari Tuhanku.
Aku malu berpuasa selama sebulan ini.
Ini perasaanku yang sesungguhnya.
Allah ampunilah dosa-dosaku."
Wednesday, 15 April 2015
Ikrar Pangeran Khorshid
Pangeran Khorshid bercerita tentang pengalaman mendakinya. Puteri Savvinsi tiba-tiba mengenakan burka untuk menutup hampir seluruh tubuhnya. Namun puteri Savvinsi begitu aktif seperti anak kecil yang kegirangan. Dia bergerak begitu bebas hingga hampir memperlihatkan auratnya dari balik burkanya. Pangeran Khorshid berusaha menghentikan puteri Savvinsi agar burkanya tidak tersingkap.
Pangeran Khorshid kemudian membawa puteri Savvinsi pergi. Lagi-lagi dia dikejutkan oleh sang puteri yang minum dan mencuci muka dengan mata air suci kerajaan pangeran Khorshid. Tidak ada orang yang minum atau mencuci muka dari mata air Ghuslu kecuali dia adalah bagian dari kerajaan Musluzik. Puteri Savvinsi hanya tersenyum.
Pangeran Khorshid terbangun dan menceritakan mimpinya kepada guru spiritualnya. Oleh guru spiritualnya, ia diperintahkan saat itu juga untuk menghancurkan ego dan janji yang telah diikrarkan mereka untuk tidak pernah bertemu lagi. "Tuhan mungkin akan membuat kejutan untuk kalian, dan kerajaan ini. Jika sang puteri memiliki mimpi yang hampir sama, bawalah ia ke gunung Damavand tempat pangeran bermimpi. Kalian mungkin akan menemukan jawaban dari mimpi kalian." Seru sang guru spiritual.
Pergilah pangeran Khorshid menemui puteri Savvinsi. Bertahun-tahun tak saling memandang, ada perasaan aneh yang timbul. Rasa cinta mereka tak berkurang sedikitpun. Puteri Savvinsi beberapa hari lalu bermimpi didatangi pangeran Khorshid. Pangeran Khorshid berusaha menjinakkan kuda Palio, Legenda kuda paling liar milik kerajaan puteri Savvinsi. Tidak ada seorang pun yang bisa menjinakkan dan menunggangi kuda Palio, kecuali dia adalah ksatria berdarah Sesiter.
Pangeran Khorshid bergelut dengan kuda Palio, dan akhirnya berhasil menjinakkan dan menunggangi kuda tersebut dengan disaksikan seluruh keluarga puteri Savvinsi. Kemudian ibu dari puteri Savvinsi memberikan tali kekang dan pelana kepada pangeran Khorshid. Pangeran Khorshid membawa puteri Savvinsi berkuda meninggalkan kerajaannya. Menuju ke pegunungan.
Pangeran Khorsid dan puteri Savvinsi terkejut mendengan cerita masing-masing. Pangeran Khorsid segera mamaksa puteri Savvinsi pergi bersamanya ke gunung Damavand untuk mencari jawabannya.
Di gunung Damavand tidak terdapat jawaban apa-apa selain suara angin dingin. Gunung yang bersalju hanya semakin menusuk tulang-tulang seiring dengan semakin lambatnya langkah mereka. Tidak ada jawaban apa-apa. Namun mereka belum mengetahui pada saat itu, bahwa jawabannya sudah ada di depan mata mereka. Jawabannya adalah pangeran Khorshid dan puteri Savvinsi. Jawabannya adalah tangan yang kembali bergandengan, dua pasang mata yang kembali bertatapan saling memuaskan, dua hati yang dulu tersakiti, namun sekarang saling mengobati.
Konon menurut cerita, puteri Savvinsi melamar pangeran Khorshid. Bukan dengan cara melamar seperti yang kita ketahui. Tapi dengan cara mengatakan mau mengikuti pangeran Khorshid kemanapun. Lalu dengan ucapan itu, pangeran Khorshid yang meminta agar puteri Savvinsi menjadi istri-nya (melamar yang kita ketahui) dengan bunga lily merah turki yang sangat langka. Merekapun kembali ke kerajaan Musluzik.
pada hari ini aku bersedia meninggalkan kerajaan hatiku, dan masuk ke dalam kerajaan hatimu sebagai seorang permaisuri yang lugu.
bimbinglah aku agar senantiasa berada di sisimu dalam keadaan susah dan senang.
ksatriaku, pada hari ini aku bukan lagi milikku.
aku adalah milikmu.
maka jagalah aku bagaikan permatamu yang paling berharga.
aku berjanji di hadapan pedangmu, dan keluargamu, akan selalu menempatkan dirimu diatas segalanya.
aku akan merawatmu bagaikan seorang anak perempuan merawat boneka kesayangannya.
aku akan menyayangimu bagaikan seekor kuda yang disayang oleh majikannya.
pada hari ini, aku adalah istrimu.
tuhan menurunkan hidayahnya
disaksikan pedang ini, dan keluargaku, aku meminta izin tuhan untuk
mengemban tanggung jawab ini.
bukan wanita dari kerajaanku, yang kerupawanannya tidak ada
tandingannya.
tapi untuk apa sekedar kecantikan?
hati dan pikiranku adalah lautan.
badai ambisi dan emosiku.
kau laksana kapten kapal yang piawai.
kau pernah tunduk kepada badai.
bukan dengan kecantikan.
istriku, aku akan membimbingmu perlahan.
seperti seorang guru yang membimbing muridnya dengan sabar.
hanya tuhan yang tahu bagaimana membalasnya.
hari ini akan kupatahkan pedangku.
Sunday, 27 July 2014
Tahun ke 5 Tulisan Malam Takbir
Ramadhan tahun ini sangat banyak kekurangan yang masih terjadi. Tahun ini tapi yang paling berbeda adalah aku menjalaninya tanpa sosok seorang Bapak. Beliau pergi meninggalkan dunia ini beberapa bulan lalu. Kalau boleh jujur, tidak banyak kenangan yang aku miliki. Hubungan Bapak-Anak yang terjadi diantara kami bukanlah seperti kebanyakan orang. Kami sama-sama dingin. Keluargaku bukanlah keluarga extrovert. Kami tidak berbagi cerita tentang hari-hari kami saat berkumpul di malam hari. Tapi sedingin apapun hubungan itu, kehilangan orang tua akan selalu menjadi salah satu yang terberat dalam hidup.
Ramadhan tahun ini aku menghabiskannya di kantor baru. 1 Bulan lagi bertahan, kantor ini akan menjadi kantor terlama yang pernah aku dedikasikan waktu, tenaga, dan pikiranku di dalamnya. Ternyata 1 tahun tidak begitu lama. Namun disini cobaan bulan Ramadhan lebih berat dibanding di kantor lamaku. Disini adalah tempat untuk bekerja, bukan mencari teman akrab. Mereka tidak akan repot-repot memikirkan perasaanmu. Pure Professional. Namun bukan berarti aku tidak mempunyai teman. Aku hanya tidak masalah dengan lingkungan seperti ini. Namun beberapa hari saat Minggu-minggu akhir bulan puasa, seakan-akan ada orang-orang yang diutus untuk melatih kesabaranku - dalam hal emosi dan syahwat. Tahun ini hawa nafsuku seakan kembali labil.
Hal baiknya, kantorku yang sekarang sangat toleran terhadap waktu. Aku lebih sering menghabiskan waktu Dzuhur dan Ashar di Masjid bersama beberapa teman kantor (Kan... aku punya teman) Aku mulai perlahan-lahan Sholat sunnah, dan melakukan amalan-amalan yang sangat kecil. Semoga ini melatih untuk terbiasa kedepannya.
Semoga semakin diberikan kemudahaan dalam beribadah, diberi rizki yang halal dan cukup, dan yang pasti dipertemukan di Ramadhan berikutnya, agar tulisan seperti ini selalu menghiasi blog-ku yang kurang terawat. Selamat Lebaran.
Tuesday, 14 January 2014
Linked Connections
Knocking on my door on a humid rainy season.
You came at a perfect moment and brought warmth inside your suitcase.
You said you love the rain, so I took you outside.
Made you caught a cold after we rode the bicycle under the heavy rain.
That was the first time I have seen you playing with the rain, with your wet shirts that pressed and formed your body, and raindrops on your detail eyelash.
I got rid of all exhaustion and took you to the airport to leave me.
We sat there for hours.
There was no entertainment, except our conversations and the look on your melancholy eyes.
You didn't like it when I always say "I don't know" because you wanted me to be sure and believe at myself. Say anything but an empty words. Empty and ignorant as "I don't know"
There was no goodbye kiss because we both know that would have been hurt so much instead.
There were no promises cause nobody could guaranteed to made the promise.
I was so hollow.
This was a magic happened.
But Happened too fast.
Now we're back to sending pictures and our favorite kind of musics.
Kissing through letters and sentences.
Laughing together in a 10 inch monitor,
or none of them. Anymore.
We have one sun together.
With one side carrying my smile and the other side carving your voice.
We have one earth together, waiting to be stepped on by our foot - again.
Side by side.
We are not separated.
It's like I am not ready to grow old and face the truth.
Everyone choose a simple life, while I choose a complicated life.
Because that is the only thing to feel alive.
Wednesday, 7 August 2013
Panggilan
Label pertama malam takbir
Tapi ada hal-hal istimewa yang kurang: Eksklusifitas muslim di negeri non muslim. Perasaan besar dan bangga menjadi muslim. Saat orang-orang terpukau dengan "how can you don't eat anything?" "I can't do that" atau rasa penghormatan yang sebenarnya ketika kami berkumpul di restoran untuk makan siang dan "Mahdy, order anything for you to eat it during the night." atau ketika menjalankan aktivitas volunteer ketika "Who's fasting? You? Here have more, take as much as you want."
Ada rasa kemenangan yang sebenarnya ketika Maghrib tiba pukul 8:30 sore dan badan masih bisa berdiri tegak walau hanya dengan beberapa teguk air putih (no tea) di tengah aktivitas yang tidak dibuat untuk orang yang berpuasa, tapi tidak ada masalah.
Ada ketenangan ketika langit malam takbir tidak diramaikan oleh kembang api dan petasan, tapi bintang dan awan malam. Tanpa takbir berkumandang dari luar yang sering dijadikan perwakilan untuk tidak perlu lagi bertakbir. Tapi disana takbir langsung berkumandang dari mulut, dan langit yang kemudian diwakilkan.
Tapi tetap ada amalan-amalan di bulan puasa yang tidak bisa dipenuhi semua.
Kemudian sekarang hanya ada doa, semoga bisa diberi kesempatan lagi untuk bertakbir mewakili langit dibelahan dunia lain. Mewakili minoritas karena itu hebat.

