Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sunday, 10 March 2013

Personal versus Professional Blog

Don't you realize that mixing your personal and professional post in your blog is not a good idea?
When you decide that you want to create a blog, you might want to also decide what kind of post you are going to write there in your blog.

For some new bloggers I know it is so hard to do it. You feel that you just want to start writing something (based on my own experience). You want to feed your passion in writing, and let the time decide what is your writing style - could be journalism, feature, fashion, experience, food, etc. But by the time you realize that, your blog would be full with random stuff, because last month you  were really enjoyed wrote poems and this month you know how it feels to do some research writings, or post short stories. But someday when you look through your whole posts in your blog, it's going to look like a supermarket - everything is in there. This is not a good and professional layout. You don't want to show your blog to the employer because they will know your other side that you don't have to show it. It's like showing your diary. Nobody wants to show their diary in a professional life.

Professional writing doesn't always has to do with serious writing. Professional means something that can be your portfolio in order to go for your career. If you want to be a humor writer, your post should be anything about jokes. You can also post photos that you took and arrange it as creative as you can to show your photography skills, or your comment to the latest fashion if you want to chase your career in fashion.

Pay attention to your template. It is important since your template determines the mood and impression to your post inside. Choosing a template is a quite waste a time. It's not an easy but also not a hard job. Blogger has been developing its template to cuddle their users. Now blogger have many options to choose the template that best represents their concept. Same thing apply for the font selection.

Finally the idea of mixing your writings is not the best thing to do, because every genre of writings require a different font and template to elevate the mood and impression in your writings. I'd say it is better to have couple blogs to store your awesome random ideas, good taste of photography, travel stories, articles, or melancholy poetry, rather than just a huge pandora box with everything in there.

Now I'm preparing to sort and move :)

Monday, 25 February 2013

A Big Value In A Small Thing

In this program, we are required to have 100 hours minimum of volunteer. I have no idea at all about this thing before. I was like how can people want to do a hundred hours doing something to someone else without being paid? 1 or 2 hours will still make sense to me.

But here comes this moment, after a hard time of doing it I realize the good value of volunteer. The moment when I feel like a thunder strikes me or someone slap me. The moment when snapping fingers really mean something. I know why we want to do this. I know why I want to do this. It's because of the leader.  A good role model and example, and that is something that has been spreading to almost of the people here. That what makes volunteering sounds easy and fun.

We were cleaning the Chinatown campus not so long ago. And there I got my thunder strike and a hand slap that woke me up and made me see. We were cleaning with the real leader - our program coordinator, Kenneth Lee and the Dean of International Student, Dr. Minh-Hoa Ta. These wonderful people didn't even have to bother clean the campus building. They could've been sitting in their house and enjoy the sunny Sunday. That's not their job anyway, but they did that. Man, here you can see a Dean cleaning a building. She could've just ask someone to come and clean the building, or just us the ones who clean it to fulfill our volunteering hour. But no! she didn't do that. We cleaned together. And that's the real leader - be the first person in line and show how volunteer can be such a great thing to do. And don't forget to praise what your man has done, just like almost all people do here. They like to praise and sometimes I feel like too much :)

I hope this volunteer spirit lingers in me. The spirit to serve your community and become a good leader, so everyone can see a great value inside a small thing.

These are some documentations from our volunteer. I don't have Dr. Ta's picture :(



The man in this pic is our program coordinator Ken Lee





Monday, 4 February 2013

Damn! I didn't watch The Superbowl

Sementara orang-orang Amerika Serikat dan yang tinggal disini pada heboh dengan adanya event "Superbowl" (What is Superbowl) gue anteng-anteng aja disini. Padahal siang tadi merupakan hari yang sangat bersejarah bagi warga San Francisco karena tim football San Francisco 49'ers bertanding melawan Baltimore Ravens di ajang puncak kejuaraan football yang ke XLVII. Aura Superbowl sudah terasa mungin sejak 2 minggu sebelumnya. Seluruh San Franciscan tenggelam dalam gairah untuk mendukung penuh tim kesayangan mereka. Kota pun bersiap-siap untuk kebanjiran para pendukung yang turun ke jalan. Muni pun tidak mau menjadi korban keganasan fans yang bisa bertindak vandal, mereka langsung menutup beberapa jalur bus yang melewati pusat kota dan mengalihkan jalur tersebut melewati daerah lain. Yah bisa dibilang situasi menjelang perhelatan olah raga besar yang sama saja seperti di Jakarta. Tapi kenapa gue anteng-anteng aja yah. Mestinya kan heboh seperti kemarin saat tim Baseball San Francisco Giants memenangkan kejuaraan. Nah ini alasan saya tidak terlalu menghiraukan "Football"

1. "Football" menurut bahasa artinya adalah bola kaki. Cocok! Karena Football yang gue kenal dari jaman kecil masih main bola plastik dengan bertelanjang kaki dan gawang seadanya di tengah jalan ya memang pakai kaki mainnya. Nah begitu sampe Amrik, saya bingung karena orang sini main football nya pake tangan, dan football yang telah lama saya tau diganti namanya dengan soccer.What the hell is soccer?! I'm not gonna say soccer. it's football! Ini masalah nilai kehidupan yang seenaknya saja diabaikan hanya karena mereka adalah negara adidaya.

2. "Ball" Setelah melakukan pencarian kata kunci "ball" di Google, 99% ball berbentuk bulat. Nah ini American Football bolanya bentuk ga jelas begitu. Tidak bulat, tapi lonjong. Ini adalah satu-satunya "ball" yang tidak berbentuk bulat. What does it try to say to us? tryin' impress us, or wanna be special by being the only ball with an oval looks?

3. Look at these people. Barbar semua. ini mau main bola apa main gulat. Kok yang diincar orang bukan bolanya. Itu mah gampang semua orang juga bisa. Hanya diisi oleh orang-orang berbadan kekar yang bisa menjatuhkan. Kalau ada orang berbadan kecil menjadi pemain Football Amerika pasti sudah mati di pertandingan pertama. Coba kita bandingkan dengan sepak bola atau bola basket. Jika kedua olah raga ini sebarbar Football Amerika, mungkin Diego Maradona, Roberto Carlos, Lionel Messi, Ludovic Giuly, dan banyak pemain hebat lainnya tidak akan ada karena mereka sudah keburu remuk dihajar habis-habisan. Mungkin juga Nate Robinson, Anthony "Spud" Webb, Earl Boykins, atau Tyrone "Muggsy" Bogues tidak akan pernah ada. Karena kedua olah raga ini adalah olah raga yang sebenarnya. Mereka tidak mengincar badan, tapi bola, dan disitulah letak perbedaannya. Mending pada main gulat aja kalo begitu, lebih keliatan kontak fisiknya.

Jadi begitulah kurang lebih kenapa saya tidak heboh sama Superbowl. Because it's not emphasize in the beauty and the skill, but it's emphasize in the brutality and they say it's a man sport. It's not a man sport to me. It's a stupid sport.

Check these links:

http://www.toptenz.net/top-10-shortest-nba-players.php







And this is so frickin' funny. Don't play it if you are an "American Football" fans :D


Saturday, 17 November 2012

Warteg Filipino di San Francisco

"Mission" haah memang 'ngga ada matinye' soal makanan. Mission district sudah sangat tersohor dengan kulinernya. Hampir segala jenis makanan ada disini kemanapun kaki melangkah. Resto kali ini sudah lama aku dan Rani kunjungi namun baru di post sekarang. Biasa waktu awal-awal kuliah di Mission, hampir setiap kelas berakhir, kami selalu mencoba menjelajahi daerah ini sambil melihat-lihat makanan-makanan unik yang tersaji di pinggir jalan.

Kali itu kami berhenti di sebuah warteg "Kakabayan." Kalau kalian pikir ini ada hubungannya dengan tokoh "Kabayan" well sebenernya ngga ada, tapi ngga salah juga jika kita beranggapan seperti itu, karena itu yang kami pikir saat pertama kali melihat restoran kecil berupa warteg bertuliskan "Kakabayan" malah kami mengira itu benar-benar warteg orang Indonesia. Suasananya mirip sekali dengan warteg dengan beragam makanan yang dipajang di etalase kaca. Ditambah wajah si penjaga restoran tersebut sangat mirip dengan orang Indonesia. Dan ternyata itu adalah restoran Filipina. Pantas saja wajah mereka mirip dengan orang Indonesia. Dan dia juga mengira kami orang Filipina dan sempat menyapa kami dengan bahasa Filipina.

Makanan disana juga tidak beda jauh dari makanan Indonesia. Terdapat sate ayam yang besar (mereka juga menyebutnya satai), sayur nangka, dan yang membuat kami tertawa adalah mereka juga menjual "piscok" namun dengan nama yang berbeda. Saat melihat piscok itu dengan refleks kami langsung memesannya. harga piscok $1 untuk 2 piscok. Not bad lah. Beruntung kami mampir di Restoran Filipina tersebut karena selera rasa makanan 2 negara ini sangat mirip. Aku seperti makan makanan Indonesia dengan bumbu khasnya. Dibanding dengan makanan Thailand, makanan Filipina lebih pas di lidah. Kisaran harga untuk nasi dan 2 item juga tidak terlalu mahal - sekitar 6-7 Dollar.

Dan sekarang setiap pagi sebelum kelas, aku selalu mampir membeli piscok atau satai jika tidak sempat sarapan di apartemen.






Monday, 29 October 2012

My First Halloween

There was another festival I had experienced during my stay here in San Francisco - Halloween. A festival that had been celebrated long time ago and very famous in United States. The first history of Halloween celebration is from Europe, but then spread through out America. It was started as a religious celebration for Christians' day of "All Saint'" Day where people honoring the saints and praying for the recently departed who had yet to reach heaven (Wikipedia : http://bit.ly/Ro8fCA)

There are many stories about Halloween. Like my Instructor's version, he said that they celebrate Halloween to chase evil spirit away with evil too. So that's why many people wearing evil or scary costume in Halloween. Here I try to tell you my experience of celebrating Halloween.

It's not Halloween if we don't carve Pumpkin. Luckily Jenny (Indonesia) has a friend (Dan, from Romania) who has a car and they brought me, Rani (Indonesia) and Shehzadi (Pakistan) to see the Pumpkin farm and buy a Pumpkin to carve. We went to Half Moon Bay - a small city about one hour south from SF. We passed a Pacifica beach on our way so decided to enjoy the view. Pacifica is the largest beach in California and the most popular beginner surfing spot in San Francisco area.




Then we arrived at one of the Pumpkin farm in Half Moon Bay to buy our Pumpkin. It was a great experience knowing how do they sell the Pumpkin. It's not just a selling a Pumpkin. They made the farm as comfortable as possible for family to visit and stay there. They built a Labyrinth, a tour in the farm, and they designed the farm so good for us to stay. 













And now there is almost no praying celebration for Halloween again, they celebrate with a costume party. And in San Francisco, Castro is considered as the best spot to celebrate Halloween. I prefer in another part of San Francisco, because Castro is famous as a place for "rainbow" people. But since I didn't know if I could celebrate Halloween anymore, so I took that heavy burden and went to Castro with all the CCIP gang.








Yes it was fun when we were arrived at Castro Street. It was so crowded with people wore their costumes. After we took a walked wondering around the street, we saw more. We saw a guy who was wearing a without costume-costume (read: naked) and I was like holding my breath for a second and then "did you see that?" and all of us, we saw that and kind of making a wanna puke face, because I was not used to that kind of view in my country. The streets were full of people walking, talking, commenting someone else's costume, and lining to got in to the bar. 

Because we started to get bored just walking in the street and couldn't find a bar, we decided to go to Downtown. While we were taking a picture at the Union Square, some random guy in a Ninja costume suddenly posed with us and then the people who's just walked there took us a picture too. I felt we were kind of famous at that time. Downtown was not as crowded as Castro, but I prefer there because there more hot girls there, and the bars weren't so crowded, so we could enter one of them. The next couple hours we spent in the bar until over midnight. 


It was quite an experience that might never happen to me anymore. Enjoy everything you have here. Maybe it would be your last. But maybe I can come here again. Happy Halloween San Francisco


Friday, 7 September 2012

El Gran Taco Loco

This was our first culinary tour. And the lucky number one was Mexican food. Just take bus #49 to City College and you can get off at Mission St & 29th St. It's around the corner from another restaurant, but we still could see El Gran Taco Loco because of the colorful painting outside. Actually it was the plus point considered that we decided to try that because of the eye catching painting.

Once we got inside, the Mexican atmosphere was so strong. There was a big painting of the Mexican flag, and the employees were all Latinos. It would be more fun if we could speak a little bit Spanish though :((

I'd never eaten Mexican food before but Burrito sounded so familiar. So I tried a Burrito, but not just a Burrito. it was a 'Super Burrito.' Busra and Rani ordered a 'Super Taco.' Then we can chose our own sauces. There were so many varieties of sauces that I disd't know all of the names. But I picked three of the spiciest looking ones. For the beverage, there were no Mexican drinks, so we ordered a soda.









The Super Burrito was twice my hand size!! 
The Super Taco mean double!!

One thing that I disappointed was only the sauce. It turned to be not as spicy as it looked. I'm a spicy lover


Editor: Marcia Chan

Sunday, 26 August 2012

Mission Food

Mission Campus adalah salah satu kampus tempat kami (Media Guys) menuntut ilmu di dinginnya San Francisco. Beberapa kelas yang berhubungan dengan media ada disana, termasuk lab radio dan lab editing dengan peralatan canggih. Bernuansa Latin, gedung ini dan lingkungan sekitarnya langsung mendapatkan hati kami (Aku, Busra, dan Melati). Selain Busra yang sangat menyukai semua yang berbau latin dan Spanyol, lingkungan ini juga memiliki satu hal yang membuat aku menulis tentangnya - Latin food.

Satu hal yang baru kusadari, ternyata Mission Street cukup terkenal sebagai daerah kuliner. Bahkan sampai dibukukan oleh Anthony Myinth - seorang pengusaha restoran, chef, dan food consultant di Mission - dan Karen Leibowitz - penulis indie dan editor professional lulusan Ph.D di University of California, Berkeley (UC Berkeley)



Anthony Myinth & Karen Leibowitz (gambar diambil saat book signing)
 
















Saat pertama kali survey untuk kelas pertama kami, aku dan Melati menemukan lingkungan sekitar dipenuhi restoran-restoran mulai dari Latin yang sangat banyak, sampai restoran berbau Italia dan tentu saja Asia yang ada dimana-mana. Semua berbaris rapih mulai dari sepanjang jalan South Van Ness sampai Mission Street. Dari tempat yang sangat nyaman dan makanan yang mahal, sampai yang bernuansa "warteg"

Disini adalah surga bagi petualang kuliner. Yap and we're good to go. Kami berencana untuk mencoba semua restoran unik disini, dan aku berencana untuk menulis pengalamanku nanti. Siap-siap kere nih tapi T.T mesti hemat-hemat.

Saturday, 14 January 2012

How's the Friday 13th myth spread out

Tau ga kamu kalau asal muasal mitos friday 13th itu bermula saat perjamuan terakhir Yesus (Nabi Isa) dengan pengikutnya. "the most common theories links into tha fact that there were 13 people on the last supper. And the 13th guest was judas who was betrayed Jesus. And when he got up, he'd be the first to die." Juga beberapa orang percaya Yesus disalib pad hari Jumat, Adam dan Hawa memakan buah kuldi (buah terlarang) pada hari Jumat. Dan banjir besar pada jaman nabi Nuh terjadi pada hari Jumat. Namun, entah kenapa ketakutan pada friday 13th baru bermula pada abad 19. Mungkin karena fakta-fakta dan mitos-mitos yang ditemukan. Antara lain :

Pada tahun 1881, sebuah perkumpulan di New York menamai grup mereka 13 club. Bertujuan untuk menepis mitos-mitos tentang friday 13th - Mereka berjalan dibawah tangga pada jumat 13 memasuki ruangan yang dipenuhi garam dan pecahan kaca. Mereka kemudian ditemukan tewas karena kecelakaan.

Jika kebanyakan negara di Amerika, dan eropa mengalami ketakutan pada friday 13, di Yunani, Romania dan negara-negara yang menggunakan bahas Spanyol, Tuesday 13 adalah hari yang dianggap sial. Di Italia adalah Friday 17 hari yang dianggap sial. Tidak ada keterangan resmi mengenai perbedaan hari ini. Sepertinya mereka membuat tanggal-tanggal agar menjadi eksklusif.

Sebuah kapal buatan Inggris yang diberi nama Friday 13th, melakukan perjalanan perdananya pada Jumat tanggal 13. Namun sayang, kapal tersebut tidak pernah kembali.

Pesawat ulang alik Apolo 13 yang diluncurkan pada 11 April 1970 pukul 13.13 CST gagal mengorbit karena meledak dan hancur berkeping-keping. Entah kebetulan atau tidak, tanggal peluncuran jika dijumlahkan akan muncul angka 13 (1+1+4+7+0 = 13).

Friday 13th terjadi paling banyak 3 kali dalam setahun apabila awal tahun dimulai dari hari Minggu. Dan periode ini hanya terjadi 11 tahun sekali. Kenapa angka 13 disebut angka sial dan Jumat disebut hari sial?

Menurut numerology (ilmu yang mempelajari tentang angka) angka 12 dianggap sebagai angka yang komplit, sebagaimana yang ditunjukkan oleh jumlah bulan dalam setahun, jumlah angka dalam jam, 12 dewa olimpus, 12 suku yahudi, dan 12 khalifah Muhammad SAW. Sehingga angka 13 dianggap angka tidak sempurna.

Sedangkan Jumat dianggap hari sial sejak abad 14 (the canterbury tales) dan karena umat kristiani percaya bahwa Yesus (Nabi Isa) disalib di hari Jumat. namun di kepercayaan Muslim, hari Jumat adalah dianggap sebagai hari suci karena pada hari Jumat juga nabi Adam diciptakan, hari dimana doa mustajab, dan Umat muslim melaksanakan sholat jumat.

Akibat serangkaian kejadian yang terjadi, dan semakin meningkatnya ketakutan akan friday 13th berakibat massive di kehidupan sehari-hari. Fobia baru tercipta : paraskavedekatriaphobia (orang yang takut pada friday 13th) dan friggatriskaidekaphobia (orang yang takut angka 13) . Banyak rumah sakit yang sengaja tidak menyediakan kamar nomor 13. bangunan bertingkat juga menghapus tingkat ke-13, sejumlah bandara pun meniadakan gerbang ke-13. Presiden Franklin D Roosevelt tidak pernah bepergiian pada tanggal 13, tak pernah menjamu 13 orang tamu. Napoleon dan presiden Herbert Hoover juga menderita triskaidekaphobic.

Saat Friday 13th, berkembang mitos bahwa kita tidak boleh berjalan dibawah tangga dan melangkahi kucing hitam.

Itulah mitos-mitos seputar friday 13th. Jika diperhatikan, cerita ini sangat subur berkembang di dataran Eropa dan Amerika. Mereka memang pandai mengarang cerita atau memang benar adanya? Percaya ngga percaya aja. Don't take it too seriously.

Wednesday, 26 October 2011

Kode Dalam Kemasan Plastik


Banyak jenis makanan atau minuman yang dijual, dikemas dalam bahan plastik. Kadang orang sering menggunakan kemasan bekas minuman tersebut untuk diisi ulang. Pemakaian botol minuman berulang-ulang secara sembarangan ternyata bisa membahayakan, karena tidak semua plastik kemasan aman untuk dikonsumsi berulang-ulang. Kamu harus mengetahui apakah botol tersebut aman dikonsumsi berulang kali dari kode angka recycle yang terdapat di dalam lambang segitiga:

Simbol angka 01 dan kode PET (polyethylene terephthalate). Biasanya terdapat dalam kemasan botol bening dan tembus pandang. Botol dengan bahan ini hanya untuk sekali pakai. Apabila digunakan sebagai wadah daur ulang untuk menyimpan air hangat atau panas, akan mengikis lapisan polimer pada botol tersebut dan mengeluarkan zat karsinogenik – salah satu penyebab kanker – bila digunakan dalam jangka panjang.

Simbol angka 2 dan kode PE-HD (high density polyethylene). Biasanya dipakai untuk botol plastik yang berwarna putih susu, merk tupperware, air minum galon dan lain-lain. merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya. Kemasan plstik ini sebaiknya hanya digunakan untuk sekali pakai karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat setiap waktu.

Simbol angka 03 dan kode P atau PVC (polyvinyl chloride).  Di seluruh dunia, lebih dari 50% PVC yang diproduksi dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan, PVC relatif murah, dan tahan lama. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap) dan beberapa botol minuman kemasan, serta berbahaya untuk kesehatan karena PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC, saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut dan berbahaya untuk ginjal, hati dan penurunan berat badan. Usahakan untuk menghindari penggunaan plastik jenis ini sebagai kemasan makanan maupun minuman.

Simbol angka 04 dan kode PE-LD atau LDPE (low density polyethylene), biasa digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lunak. Memiliki jenis yang kuat dan tidak bereaksi terhadap zat kimia lainnya, kemungkinan merupakan plastik yang paling tinggi mutunya. Kemasan plastik jenis ini sulit dihancurkan tapi dapat didaur ulang. Bahan plastik ini cocok dan baik digunakan sebagai kemasan makanan maupun minuman, karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan maupun minuman yang dikemas dengan bahan jenis ini.

Simbol angka 05 dan kode PP (polipropilen), biasanya berbentuk botol transparan yang tidak jernih atau berwarna. Keunggulan plastik kemasan jenis ini adalah mampu menahan kimia meski dipanaskan dalam suhu tinggi (antara suhu°800 dan suhu °999), memiliki daya tahan yang baik terhadap lemak, lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah.  Produk plastik ini aman digunakan karena PP merupakan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman terutama penting sebagai botol susu untuk bayi dan aman untuk digunakan di microwave. 

Simbol angka 06 dan kode PS (polystyrene), biasa berbentuk styrofoam atau kemasan makanan sekali pakai seperti bungkus telur dan minuman berbentuk cup. dapat mencair pada suhu yang lebih tinggi. Styrofoam dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan dengan kemasan.  Hindari pemakaian plastik jenis ini untuk makanan karena selain bahan ini sulit didaur ulang, juga berbahaya untuk kesehatan otak, dapat menyebabkan masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. 


Terakhir adalah simbol angka 07 dan kode O atau OTHER, terdiri dari 4 jenis bahan plastik yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan Nylon.  PC tidak dianjurkan karena dapat merusak fungsi hormon dan penurunan kualitas sperma. SAN dan ABS bisa digunakan sebagai kemasan karena memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu tertentu. 


Mulai sekarang kenalilah jenis plastik kemasan sebelum dikonsumsi. Semoga artikel ini dapat membantu ;)

Tuesday, 9 August 2011

Makanan Khas Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Sebulan penuh umat muslim seluruh dunia menahan lapar, haus dan hawa nafsu dari waktu shubuh hingga bedug maghrib – saat yang ditunggu-tunggu. Orang-orang biasanya sudah meramaikan jajanan-jajanan di jalan untuk menu berbuka mereka. Makanan dan minuman yang dijual biasanya hanya bisa dijumpai saat bulan Ramadhan. Kalaupun ada selain di bulan Ramadhan, biasanya kurang begitu laku dijual. Makanan dan minuman khas Ramadhan tersebut antara lain:

  1. Kurma
Buah yang berasal dari timur tengah ini adalah menu wajib saat berbuka. Di jalan-jalan dapat kita jumpai para penjual kurma saat bulan Ramadhan. Kurma merupakan makanan wajib saat berbuka karena merupakan sunnah Rasulullah yang menganjurkan berbuka dengan tiga buah kurma. Juga karena kurma berkhasiat untuk menetralisasi lambung dan membantu proses detoksifikasi setelah sehari penuh berpuasa.

  1. Kolak
Diyakini nama Kolak pada hakikatnya berasal dari nama Khalik yang artinya Pencipta langit dan bumi Tuhan semesta alam Allah SWT. Apa kaitannya kolak dan Khalik ? Ulama pada masa itu memang banyak menggunakan istilah-istilah yang mudah dimengerti dengan harapan ajaran Islam mudah dipahami oleh masyarakat. Kolak awal mulanya pada fase penyebaran Islam di tanah Jawa digunakan sebagai media untuk menyebarkan agama Islam. Terdapat berbagai jenis kolak yang biasa kita makan. Kolak pisang adalah jenis yang paling popular. Ada juga kolak ubi, kolak durian, kolak tape, kolak biji salak, kolak buah, dan mungkin ada jenis kolak lainnya.

  1. Timun Suri
Timun suri adalah salah satu menu berbuka puasa karena kandungan airnya yang cukup tinggi, sehingga mampu menambah kesegaran selepas berbuka puasa. Biasanya timun suri dijadikan bahan campuran pembuatan es campur, es sirup, atau makanan lainnya. Timun suri adalah buah musiman dan kebanyakan hanya dijumpai saat bulan Ramadhan.

  1. Candil/biji salak
Candil adalah makanan yang terbuat dari ketan, gula merah dan santan. Makanan ini adalah makanan yang cukup populer di pulau Jawa. Di daerah lain di kenal dengan sebutan Biji Salak. Karena bentuknya yang seukuran biji salak. Makakan ini sering disajikan sebagai makanan pembuka di saat berbuka puasa.

  1. Pacar Cina
Pacar cina biasanya disajikan seperti bubur dengan santan.




Selain makanan diatas. Tiap daerah pun memiliki jenis makanan khas berbuka masing-masing.

Kicak :
Yogyakarta tak banyak memiliki makanan khas Ramadhan. Tapi satu yang cukup populer adalah kicak. Panganan yang terbuat dari ketan ini hanya bisa dijumpai di bulan Ramadhan saja, bahkan adanya cuma di daerah Kauman. Rasa kicak yang manis dan gurih terasa nikmat saat disantap ketika berbuka puasa.

Pakat :
Makanan khas untuk berbuka puasa juga dimiliki oleh masyarakat Tapanuli, Sumatera Utara. Adalah pakat, makanan yang berasal dari potongan bagian dalam rotan muda yang dibakar. Untuk menambah kelezatnnya, rotan muda ini kemudian ditaburi dengan santan kelapa serundeng. Pakat sudah menjadi makanan khas untuk berbuka puasa sejak lama, makanan ini juga sudah menjadi tradisi terutama bagi warga Tapanuli Selatan.

Es Kopi Luwak :
Bertandang ke Kabupaten Lampung Barat, di bulan Ramadhan, kita akan menjumpai minuman spesialis untuk berbuka puasa, yakni Es Kopi Luwak. Es kopi dengan rasa yang nikmat ini diyakini bisa mengembalikan stamina yang sedikit turun setelah seharian berpuasa. Kopi luwak biasa disajikan seperti layaknya kopi hanya sedikit ditambah es batu yang dihaluskan dan madu.

Gulai Siput :
Gulai siput ini merupakan makanan khas Tanjungpinang, Kepuluan Riau yang hanya bisa dijumpai di bulan Ramadhan. Menu yang dihidangkan sebagai lauk saat berbuka puasa ini banyak digemari oleh masyarakat setempat karena rasanya yang gurih dan lezat.

Sotong Pangkong :
Selama Ramadhan, warga Pontianak, Kalimantan Barat selalu menyediakan Sotong Pangkong sebagai salah satu menu untuk berbuka puasa. Sotong Pangkong adalah menu olahan cumi kering yang dibakar. Uniknya lagi, setelah dibakar cumi atau sotong tadi dipukul-pukul dengan palu. Sotong Pangkong punya rasa yang gurih.

Ketan Bintul :
Dari Kota Serang, Banten, salah satu makanan khas yang cuma ada di bulan Ramadhan adalah ketan bintul. Ketan bintul ini berbahan baku nasi ketan yang dihaluskan, yang disajikan bersama sepotong daging sapi berikut gulainya. Konon, kehadiran ketan bintul sebagai menu Ramadhan ini sudah dimulai sejak berabad-abad yang lalu, dan dahulu kentan bintul ini menjadi makanan kesukaan para raja Banten.

Sate Susu :
Bergeser ke Indonesia bagian tengah, tepatnya ke kota Denpasar, Bali, kita akan berjumpa dengan sate susu yang merupakan makanan khas bulan Ramadhan di sana. Sate susu ini memang terdengar agak nyeleneh, tapi sesungguhnya sate susu yang terbuat dari payudara sapi ini dipercaya punya khasiat untuk menambah stamina, seperti minum susu. Untuk menambah kenikmatannya, sate susu akan dihidangkan bersama sambal plecing.

Lamang :
Adalah beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda. Bahan utamanya adalah beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan, dan sedikit garam.


Dan mungkin kuliner khas Ramadhan masih banyak tersembunyi di daerah-daerah di Indonesia. Apa menu berbuka khas daerahmu?