Tuhanku fleksibel dan gaul. Dia mengerti. Tidak seperti orang tuaku. Walaupun Dia sudah ada sebelum manusia, cinta dan emosi ada, dengan segala kerumitan itu semua. Dia tau bahwa akhir-akhir ini, kehidupan sedang berat, begitu juga dengan ku. Lalu Dia mengajarkanku tentang kehidupan. Bahwa yang kita harapkan, tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Kalau dengan ku, mayoritas semuanya berjalan tidak sesuai keinginanku. Tapi itu cara Dia untuk membuatku semakain kuat. Dia mengajarkan bagaimana menjadi bijak dan dewasa, dan kritis melihat pelajaran apa saja yang tersirat dibalik suatu hal yang akhirnya tidak sesuai dengan kemauan kita.
Seperti suatu hari saat SMA, dimana pada masa itu - ya kalian pasti mengalaminya, aku sangat ingin punya motor. Saat sudah selangkah lagi menuju kesana, tiba-tiba langkah itu hilang begitu saja, an aku marah dengan semua. Dengan ayahku, dan dengan orang dealer, dan setelah itu
Aku berusaha tidak akan meminta sesuatu kepada orang lain, kecuali tidak bisa kulakukan sendiri
Aku menjadi pengguna kendaraan umum yang setia. Sehingga aku menjadi kuat, disaat orang-orang semakin tidak kuat naik angkot (berdasarkan cerita salah satu teman), aku berjalan dengan gagah diatas trotoar menentang panas matahari yang mengusik ketenangan dan keteguhan
Dan aku jatuh cinta lagi dengan sepeda, dan sampai saat ini, si 'Denok' selalu menemani. Dan aku menjadi sehat.
Dan saat ini pelajarannya adalah
Sepertinya sangat sulit untuk mendapatkan yang satu ini, tapi aku sudah mendapat yang lain
Motivasi untuk selalu menulis. Tidak hanya menurut dan menunggu inspirasi, tapi inspirasi bisa kupanggil sendiri
Terima kasih..
Kumpulan kata yang terjebak dalam rasa bingung,marah,kecewa,sedih,bahagia yang tak dapat keluar dari lidah yang kelu
Monday, 10 May 2010
Susu Hangat
Aku harus pergi mom. Aku harus mandiri, belajar menjadi dewasa. Disini aku tak bisa dewasa. Aku terkekang. Lihat saja kamarku. Bahkan tempat pribadiku, tak menjadi tempat kebebasanku. Dan kamu masih bertanya kenapa aku selalu mengunci kamarku. Tak ingatkah mama ketika mama dan ibu selalu tiba-tiba membuka pintu kamarku dan menutup lagi tanpa ada alasan. Menyapa pun tidak. Tak ingatkah ketika kubilang "jangan dibuka pintu kamar," dan setiap kali aku pulang kuliah dan setelah pergi darimana pun, selalu pintu kamarku terbuka lebar. Padahal sudah ku bilang "jangan dibuka" karena banyak nyamuk yang masuk, dan sudah ku tempel tanda "Tutup Kembali" besar-besar, dan apa pembelaan dari nenek : "Pengap." Hey nek, siapa yang tidur disitu god damn! Dan aku pernah memperingati mu mom, jika kulihat kamarku terbuka lagi, akan ku kunci selamanya, dan kalian tak mematuhi peringatanku berkali-kali. It's My room, so it's my rule! Dan kau masih berani bertanya dan mengeluh kenapa kamar selalu ku kunci. Kau membuatku menelan ludahku sendiri? menyalahkan pelajaran ketegasan yang kupelajari tidak darimu? Tidak! justru ini pelajaran untuk mu, bahwa aku tegas, jangan meremehkanku. Hormatilah sedikit diriku. Apakah salah jika aku membuat peraturan untuk kamarku sendiri? sehingga "orang tua mu susah untuk berkomunikasi" kau bilang. Apa benar kalian pernah berkomunikasi denganku?! Selain setiap malam ketika aku sedang santai menonton tv, kau tiba-tiba membisikkan ceramah demi ceramah, larangan demi larangan yang mungkin masuk ke kategori komunikasi yang baik dengan anak. You know what "semakin dilarang semakin ingin dilakukan." Jadi bersiap-siap saja dengan kemungkinan terburuk. Apa yang selama ini kau takutkan mom, akan terjadi dengan anakmu. Dan yang kau sebut-sebut sebagai motivasi, justru malah membuatku semakin merasa tak punya siapa-siapa yang selalu mendukungku, yang membangunkanku saat ku jatuh. Perbandingan dengan keluarga-keluarga yang lebih "sukses" anak mereka, kau jadikan motivasi untuk ku. Tak pernahkah kau berpikir sedikit saja, bahwa hal itu sangat buruk bagiku, semakin membuatku dekat kepada kegilaan. Dan nenek. Dia tak mau memindahkan foto-foto orang yang katanya keluarga dari kamarku, padahal aku tak kenal, dan mereka sudah mati. Jika kau kenal, mengapa tak kau pasang dikamarmu nek! "Itu keluarga lo (panggilan kasar) tuh, ga kenal ama keluarga" bentak mu. "ya, aku memang tak kenal dengan mereka, bagaimana bisa kenal jika mereka sudah meninggal saat aku belum lahir, dan kau tak pernah bercerita. Jadi pasang saja foto-foto ini dikamarmu." Aku sangat merindukan cerita sewaktu sd, pada saat itu ada pelajaran mengarang, dan tipikal judul anak-anak pada waktu itu adalah "berlibur kerumah nenek di desa." Nenek-nenek disana sepertinya sangat mencintai cucu-cucunya, sangat baik, dan mudah diatur. Mereka selalu bercerita tentang masa lalu mereka yang seru, seseru cerita mereka sehingga membuat para cucu tertidur pulas dipangkuannya di dekat perapian. Tapi tidak dengan nenek yang satu ini kurasa. Apalagi dengan dad. "Really not a good role model, childish." Dia memaksa anak-anaknya ikut acara keluarganya no matter what. kurasa dia tak peduli jika besok anaknya akan melalui ujian nasional, jika tidak, "STOP UANG JAJAN," diikuti tawa miringku. dan sepanjang perjalanan, kalian pasti sudah menebak, ia bahkan tak bertanya bagaimana kehidupanku, apa yang sedang ku kerjakan sekarang. Dan ketika sampai ke tempat yang banyak teman dan keluarganya, dia dengan bangga memperkenalkanku "ni anak gue, lulusan UI, broadcasting (untungnya dia ingat jurusanku, tidak seperti mama)" dengan dada dibusungkan. Seakan-akan dia tau perkembanganku. Dia bahkan tak tau aku memenangkan lomba iklan. Dan ketika sampai dirumah, selesai sudah. Setiap pulang kantor, langsung masuk kamar dan menonton tv, dan jika ingin mengucapkan sesuatu, dia menyuruh mama, dan ini sangat lucu menurutku. Mama selalu bolak-balik menyampaikan perkataan yang ingin dikatakan oleh dad. Anak mana yang mau meniru pola seperti ini? Terkadang aku membarika kelonggaran sedikit kepada diriku. Tidak apa-apa jika kau menjai sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan, mengingat lingkungan terdekat (keluarga) ku seperti ini, aku hanya rasanya ingin menyampaikan semua yang kualami kepada orang-orang yang berinteraksi denganku, namun mereka merasa takut, tidak cocok, dan banyak yang merasa aku sangat bodoh. I just wanna say "Hey look at me. Try to be me!" Namun itu semua membuatku menjadi manusia yang semakin bijak dari waktu ke waktu. Aku lebih mampu mendengarkan, daripada berbicara. Guruku pernah berkata, bahwa cobaan yang kita alami, adalah tidak ada yang bisa menanggung selain kita, kita yang dipilih untuk cobaan seperti ini, yang dapat menjadi diri kita adalah kita. Itu adalah ucapan terbijak yang dulu pernah kudengar, dan aku membenarkan itu. Mungki hanya aku yang bisa menanggung beban ini. Sudahlah untuk malam ini, akan butuh 21 tahun untuk menceritakan "kehebatan" keluarga keturunan nabi ini, yang kata nenek dan mama mulia. Lalu berarti yang bukan, yang tidak seberuntung kita yang keturunan nabi - mereka tidak memilih untuk itu, menjadi kelas kedua. Dimata siapa? dimata kalian mungkin,orang-orang arab kolot. Tetapi tidak dimata tuhan dan dimataku. Keluarga ini jauh dari keturuna yang mulia.
The messenger
Angin berhembus ganas di tengah gurun disana
ditemani dengan nada merdu namun menyeramkan dari pohon entah apa
Badan menggigil bukan karena kedinginan
Tapi bayangan di atas kepala nya
Menunggu dan menghalangi nya untuk melihat matahari
Agar ia merasa sudah tidak bernapas lagi
Keringat pun menjadi minumannya
Dan kulit ular kering menjadi makanannya
Napasnya bagaikan jeritnya
Gravitasi seakan menjadi seribu kali
Kurus kering berbalut daun dari pohon entah apa
Semuanya seperti sudah mati
Hanya keabadian tulisan yang berukir
yang akan sampai ke tangan raja di seberang gurun
Surat itu bahkan lebih berkuasa atasnya
Dan ia memerintahkannya untuk terus berjalan
Karena disanalah sesungguhnya kuburannya menanti
Dan sucilah ia karena tunai tanggung jawab
Dan berdamailah dua kerajaan itu
"Bukan kami yang membunuh putra mahkota kerajaan mu, dia diculik para Tylwyth Teg dan kami menyelamatkannya. Sekarang ia kami rawat disini."
ditemani dengan nada merdu namun menyeramkan dari pohon entah apa
Badan menggigil bukan karena kedinginan
Tapi bayangan di atas kepala nya
Menunggu dan menghalangi nya untuk melihat matahari
Agar ia merasa sudah tidak bernapas lagi
Keringat pun menjadi minumannya
Dan kulit ular kering menjadi makanannya
Napasnya bagaikan jeritnya
Gravitasi seakan menjadi seribu kali
Kurus kering berbalut daun dari pohon entah apa
Semuanya seperti sudah mati
Hanya keabadian tulisan yang berukir
yang akan sampai ke tangan raja di seberang gurun
Surat itu bahkan lebih berkuasa atasnya
Dan ia memerintahkannya untuk terus berjalan
Karena disanalah sesungguhnya kuburannya menanti
Dan sucilah ia karena tunai tanggung jawab
Dan berdamailah dua kerajaan itu
"Bukan kami yang membunuh putra mahkota kerajaan mu, dia diculik para Tylwyth Teg dan kami menyelamatkannya. Sekarang ia kami rawat disini."
13-15 tahun
kesian tuh anak-anak smp pada gigitin sedotan di pinggir jalan. Pada kaga dikasi makan ama emaknye apa. Pasti kerennya udah pol-polan banget tuh bagi mereka. Mereka memiliki nilai kelompok tersendiri, apa yang dianggap keren oleh suatu kelompok, tidak berarti sama pada pandangan kelompok lain. Dan dalam hal ini, menggigit sedotan merupakan nilai yang dianggap ideal oleh salah satu kelompok.
Beda Buaian
sepertinya sosok dijendela waktu itu telah mengubah hidupku total
tidak lama ia menatap
namun mengubah pandanganku tentang kehidupan
tidak banyak ia terlihat
namun sosoknya sekarang menjadi bongkahan es
tidak berperasaan
tidak lantang ucapannya
namun membuatku selalu terbungkam dihadapan orang2
sekarang malam menjadi semakin kelam
laut menjadi semakin asin
matahari semakin panas
dan aku semakin jauh dari diriku
sekarang dia selalu berbisik setiap malam
dan aku seperti setan yang terbakar dibuatnya
dan senanglah setan2
aku hanya bersembunyi selalu
mataku tajam
namun tak lebih tajam pisau kue dimata orang2
suaraku semakin besar
namun tak lebih besar suara malam ditelinga ditelinga orang2
dia menyemangatiku dengan keputus asaan
memandikanku dengan kekeringan
dia memberi makan dengan seleranya
menyelimuti dengan selimutnya
melalui jendela itu
dia melihatku berubah
dan dia terkejut
dan melakukan segala cara untuk mencegahnya
membuatku menjadi setan itu
kata orang dia malaikat
tidak lama ia menatap
namun mengubah pandanganku tentang kehidupan
tidak banyak ia terlihat
namun sosoknya sekarang menjadi bongkahan es
tidak berperasaan
tidak lantang ucapannya
namun membuatku selalu terbungkam dihadapan orang2
sekarang malam menjadi semakin kelam
laut menjadi semakin asin
matahari semakin panas
dan aku semakin jauh dari diriku
sekarang dia selalu berbisik setiap malam
dan aku seperti setan yang terbakar dibuatnya
dan senanglah setan2
aku hanya bersembunyi selalu
mataku tajam
namun tak lebih tajam pisau kue dimata orang2
suaraku semakin besar
namun tak lebih besar suara malam ditelinga ditelinga orang2
dia menyemangatiku dengan keputus asaan
memandikanku dengan kekeringan
dia memberi makan dengan seleranya
menyelimuti dengan selimutnya
melalui jendela itu
dia melihatku berubah
dan dia terkejut
dan melakukan segala cara untuk mencegahnya
membuatku menjadi setan itu
kata orang dia malaikat
Saturday, 1 May 2010
Dia Itu
Dia memberikannya makanan enak
Dia tertawa kekenyangan
Kau memberikannya setengah nasi dan setengah gelas
Dia tertawa mengercit
Dia membawanya ke surga dunia
Dia memeluknya disana
Kau membawanya ke belakang jalan raya
Dia menutupi kepalanya
Mereka tidur diatas nirwana
Kalian tidur dibawah neraka
Kau pasti mengaguminya bertingkat - tingkat
Kecantikan yang sempurna
Pegasus yang berlari-lari kecil di lembah matahari
Kepintaran tiada tara
Tiada taraan nya
Buah yang matang untuk lahir yang berirama
Untuk napas yang cepat
Dan keringat yang lengket
Asa mu tergradasi seiring waktu
Hanya nyanyian mesra tawa menemani mu
Membuat asa mu hilang
Dan mata mu semakin mengecil
Sementara pupilmu semakin kabur
Dan khayalan terakhir membuai sesaat
Bahwa dia akan berpaling
Ke setengah nasi dan gelas
Belakang jalan raya
Dan rela kau bawa ke neraka sebentar
Dan kau pun mati
Melihatnya tidur dengan kupu-kupu
Beterbangan menyebar sari
Kau berjanji dengan nama tuhanmu ketika sosok mu dan dia semakin abu-abu
Tertunduk tajam dan lehermu tumpul
Kupu-kupu itu kau usir sehingga bertebaran sari-sarinya
Dan dia bermandikan itu
Kaget melihat yang abu-abu kembali berwarna
Dan yang berwarna menjadi menyilaukan
Seperti menatap matahari
Sayangnya matanya tidak seperti nenek itu
Yang kuat menatap gerhana matahari 15 januari
Sebenarnya karena sudah rusak
Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang
Sementara dia tersilaukan?
Jangan bertindak bagai durjana
Dan dia baru sadar telah diperkosa
Dan membuatnya menangis?
Aku yakin kau adalah pangeran berharga diri tinggi
Dan kau mengajaknya makan setengah nasi dan minum
Dan dia tertawa kekenyangan
Lalu mengajaknya ke belakang jalan raya
Dan dia justru merangkul tanganmu
Menyenderkan kepalanya kepundakmu
Kau tak akan mengajaknya ke neraka lagi kan?
Berkuda lah saja ke dunia
Disana ada daratan yang sangat tinggi di ujungnya
Dengan suara yang sangat sejuk
Lalu ke daratan yang dikelilingi oleh air yang biru
Dan angin yang kencang
Membuat roknya seakan berpindah menjadi baju
Cepatlah sebelum terlambat
Minta kepada tuhanmu!
Tidurlah kalian dengan mesra
Setan pun tak akan mengganggu dan menggoda
Karena kalian terlalu konsentrasi menatap satu sama lain
Dan berbicara dengan mata
Dan surat yang kalian saling kirim
Ah sudah terlambat
Kau sudah sadar sekarang
Dia tidak mau bersamamu
Kau terkutuk
Tapi dia memberikan sesuatu
Dia memberikan cinta sebenarnya
Dia memotivasi mu!
Monday, 19 April 2010
Check Point
"bukan berarti aku malas." Pembenaran langsung terucap bagitu refleks ketika aku melihat blog-ku yang sudah sangat lama tak terjamah, bahkan oleh pemiliknya sendiri. Apa boleh buat, sekarang aku sedang mengumpulkan uang untuk mendapatkan fasilitas yang lebih terpercaya yang bisa memudahkanku mengakses blog-ku lagi. Jadi ya perlu waktu. Sampai saat itu tiba, aku hanya bengong-bengong menyaksiskan ide-ide dan inspirasi-inspirasi datang dan pergi tanpa bisa kubujuk agar tinggal sebentar sampai saat aku dapat memberikan mereka tempat yang indah disini.
Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi
Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi
Subscribe to:
Posts (Atom)