Wednesday, 11 May 2011

Melangsingkan Tubuh Dari Luar

Semua orang di dunia, terutama para wanita pasti bermimpi untuk mempunyai tubuh yang langsing dan indah. Namun masih banyak dari mereka yang hanya bisa bermimpi memiliki tubuh seindah model-model pada majalah fashion. Semua itu terjadi karena diet yang terasa sangat berat, sehingga mereka berhenti di tengah jalan, atau harga obat pelangsing yang terlalu mahal.

Padahal untuk mendapatkan tubuh yang indah, tidak selalu harus dengan obat pelangsing tubuh yang mahal, atau diet yang berlebihan. Kita bisa mendapatkan tubuh yang indah dengan biaya yang amat murah. Yang diperlukan hanyalah waktu, dan kemauan yang kuat. Kita bisa melangsingkan tubuh melalui olah raga yang teratur, antara lain:

1. Jogging: Berlari kecil (Jogging) adalah olah raga paling murah. Jogging tertatur sangat bermanfaat untuk membakar lemak,mengencangkan otot kaki, paha, dan punggung.

2. Berenang : Pada saat berenang, hampir semua otot kita bekerja maksimal. Bermanfaat untuk membentuk tubuh menjadi indah.

3. Bersepeda : Bersepeda secara rutin bermanfaat untuk mengencangkan otot paha, dan bokong, sehingga akan terlihat bentuk yang indah jika dilakukan secara rutin. Dianjurkan untuk bersepeda selama 15 menit setiap hari.

4. Sit up: Olah raga ini bisa dibilang yang paling dianjurkan karena pusat kegemukan sangat terlihat dari perut, maka sit up adalah olah raga yang tepat yang dapat mengencangkan dan membentuk otot perut. Dianjurkan untuk membakar lemak di perut (dengan cara jogging) terlebih dahulu sebelum melakukan sit up untuk Anda yang memiliki perut yang gendut. Karena jika Anda memaksakan sit up dengan perut yang masih gendut, perut Anda tidak akan mengecil, melainkan menjadi keras. Karena sit up berfungsi untuk mengencangkan dan membentuk otot perut. Sit up dianjurkan setiap hari selama anda kuat. Artinya, Anda tidak harus memaksakan sit up, sehingga menyebabkan perut Anda sakit.

Jika Anda berhasil meluangkan waktu untuk melakukan latihan-latihan diatas secara rutin, tubuh langsing dan indah pun dapat segera dimiliki. Akan lebih efektif jika dibantu oleh alat pelangsing tubuh yang sudah banyak dijual di pasaran.

Tuesday, 10 May 2011

Melangsingkan tubuh dari luar

Friday, 6 May 2011

Dampak negatif dari konsumsi obat pelangsing sembarangan

Memiliki tubuh yang indah dan langsing adalah dambaan setiap wanita. Namun, tidak sedikit dari para wanita menginginkan hasil instan, sehingga tidak mengindahkan aspek-aspek kesehatan dan keamanan. Mereka akhirnya tergoda dengan iming-iming hasil yang cepat. Akhirnya, bukan tubuh langsing yang mereka dapatkan malah kumpulan penyakit bersarang di tubuh.

Dampak negatif dalam skala kecil, dapat menyebabkan sakit kepala hingga terganggunya siklus haid. Namun, efek negatif dalam skala besar akan menyebabkan infeksi pencernaan, kerusakan hati, bahkan dapat berujung ke kematian.

Para wanita sebaiknya mencari informasi tentang obat pelangsing tubuh yang akan dikonsumsi agar tidak salah memilih. Jangan dengan mudah terbuai oleh iming-iming efek yang cepat namun tidak sehat. Sebaiknya hanya membeli obat bermerk dan memiliki label resmi dari BPOM.

Tuesday, 3 May 2011

Sebungkus Bunga Kering

Langit malam ini cerah. Bintang-bintang terlihat bercahaya, bertebaran di lautan langit.
Talyam merasa sungguh bahagia
Bersenyum
Dengan kehampaan yang menyekik
Kesendirian yang megah
Talyam bisa bahagia dengan kesusahan
Asalkan langit ini tersenyum untuknya
Sudah dua minggu lima hari Talyam berbaring di rumah sakit
Ruangan dengan bau kematian
Tangannya semakin memerah
Seluruh tubuhnya kejang
Walaupun ibunya berkata bahwa ia menyesal telah melahirkan Talyam
Dihari-hari terakhirnya, Talyam tersenyum
Dia melihat langit malam yang berdoa untuknya
Kekasihnya Maryam tak pernah menjenguknya
Talyam ingin segera menjadi salah satu bintang, dan meninggalkan semua
Tuhan mengabulkannya

Sunday, 1 May 2011

Tribute to Transjakarta Conductor

Taukah kalian bahwa kondektur busway tidak pernah duduk selama waktu kerjanya?

Disaat kita berebut tempat duduk untuk tidur, sehingga menghalalkan segala cara - saling mendorong untuk bisa masuk duluan, sang kondektur tidak pernah bosan memberitahukan kita untuk memperhatikan langkah kita saat masuk. Bahkan terkadang mereka harus teriak, dan kita tetap tidak memperhatikan. Apakah kita memperhatikannya? Kita tetap saling mendorong.

Kita bergerombol berdiri di tengah, padahal dibelakang masih kosong. Siapa yang mengatur kita, agar penumpang lain yang sama buru-burunya dengan kita bisa naik? Kondektur Busway.Dan kita cukup egois untuk sekali lagi tidak mengindahkan mereka. Namun jika kita di posisi orang yang akan naik, kita pasti menyalahkan orang-orang yang bergerombol di tengah. Terkadang kita juga menyalahkan kondektur busway yang kita anggap tidak bisa mengatur.

Di dalam bus, kita juga terkadang mengeluh tentang penumpang yang terlalu banyak, sehingga suhu dalam bus kadang-kadang naik, kewaspadaan terhadap kehilangan barang, meningkat - membuat kenyamanan terganggu. Padahal ada peraturan tentang jumlah maksimal penumpang yang berada dalam bus. Kondektur busway sudah berusaha membatasi jumlah penumpang yang akan masuk - dengan menghalangi pintu bus, tapi kita masih tetap menerobos menabrak tangan sang kondektur.

Dalam perjalanan malam menuju halte terakhir, jumlah penumpang sudah tinggal beberapa. Sang kondektur masih berdiri. Melihat-lihat apakah ada penumpang yang masih butuh bantuannya. Tak lama dia berjalan perlahan duduk di salah satu bangku, meluruskan kakinya, sambil memijat-mijatnya. Hanya beberapa menit dia duduk. Dia harus berdiri lagi,karena sebentar lagi sampai di tujuan terakhir - halte PGC.Dia harus membawa penumpang lagi, dan rutinitasnya kembali.

Kondektur busway sering dinilai mempunyai sikap yang jelek terhadap penumpang. Tidak tahu siapa yang salah, mungkin kalau semua dapat tempat duduk, tidak akan ada yang saling menyalahkan.

Thursday, 28 April 2011

Ironi

Sudirman, bekerja sebagai pemulung dengan gerobak cokelatnya - bila apa yang dia lakukan bisa dibilang sebagai pekerjaan. Ya, dia mendapatkan uang dari situ, walau tidaklah besar. Mungkin dua hari sekali dia bisa makan sedikit enak dengan dua macam lauk, bersama istrinya, Hikmawati. Hikmawati selalu berjalan dibelakang gerobak yang ditarik oleh Sudirman, takut-takut mereka melewati sebuah gelas plastik bekas air mineral, atau sekedar kawat sisa pembangunan. Mereka berangkat saat matahari mulai terbenam. Berkeliling Jakarta dengan perut setengah terisi, dan harapan yang tidak lagi sebesar cita-cita mereka saat mereka kecil. Dengan harapan sekecil itu, Sudirman tetap menarik gerobaknya, melewati jalan raya yang sempit dan genangan air hujan sisa semalam. Suatu hari, Sudirman menemukan sebuah Blackberry di pintu sebuah ruko. Tanpa pikir panjang, Sudirman langsung mengambilnya, dan memberitahukan kepada Hikmawati. Sudirman berencana menjualnya di Jatinegara. Tapi Hikmawati melarangnya. Menurutnya itu dosa, menjual barang yang bukan milik mereka. Namun, Sudirman hanya ingin membahagiakan istrinya yang selalu setia menemaninya. Ia berencana mengajaknya ke pasar baru, membeli sepatu untuk mereka agar tidak lagi menggunakan sandal jepit yang sebentar lagi akan putus. Sudirman berhasil membujuk sang istri agar sependapat dengannya. Menurut Sudirman, Blackberry inilah rejeki yang diberikan tuhan untuk mereka.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Wahidin, rekan sesama pemulung. Wahidin tidak menggunakan gerobak, dan dia tidak ditemani istrinya. Wahidin hanya menggunakan karung besar yang dipanggulnya. Wahidin adalah seorang pemalas. Ia lebih sering duduk-duduk di pinggir jalan,atau dibawah kolong jembatan. Dia selalu merokok kretek sambil terbatuk-batuk. Kadang ia mau muntah jika menghisap terlalu dalam. Tapi dia tidak akan berhenti merokok. Wahidin selalu berjalan dibelakan Sudirman. Ia selalu ketinggalan. Hasilnya, dia jarang mendapatkan sisa gelas plastik, atau kawat sisa pembangunan. Wahidin tidak pernah menyukai Sudirman, dan istrinya. Wahidin ingin memperkosa istri Sudirman, dan merampok hasil pekerjaan Sudirman. Wahidin selalu pusing ingin menjatuhkan Sudirman, dan setelah tahu Sudirman menemukan Blackberry, dan akan menjualnya untuk membeli sepatu, Wahidin mendapatkan ide untuk mencuri Blackberry tersebut. Tentunya Wahidin akan menjualnya juga, dan uang tersebut akan dibelikan sepatu mahal untuk membuat Sudirman kesal. Setelah mereka berpapasan dan bertukar sapa palsu, Wahidin bersembunyi untuk diam-diam mengikuti mereka dan mengambil Blackberry tersebut saat Sudirman lengah. Saat Sudirman dan Hikmawati beristirahat sejenak untuk makan, Wahidin dengan cepat menyabar Blckberry dari tangan Hikmawati, dan meremas payudaranya, lalu kabur. Hikmawati pun sangat kaget, dan tidak sempat melindungi dirinya. Setelah Sudirman kembali dari warung dengan sebungkus nasi, Hikmawati menceritakan kejadian tersebut. Takut sang suami marah besar, Hikmawati bersiap-siap melindungi wajahnya dari tamparan Sudirman. Namun Sudirman tidak melakukannya. Ia hanya sedikit menyumpah kepada Wahidin. Sudirman berkata bahwa Hikmawati memang benar, Blackberry itu bukan rejeki mereka. Dan mereka pun kembali berjalan, setelah makan.

Keesokan paginya, Sudirman membawakan istrinya sepatu bekas yang masih bagus, untuk digunakannya sebagai alas kaki baru, menggantikan sandal jepitnya yang akan putus. Sudirman berkata kepada istrinya sambil tersenyum “Tuhan mengembalikan rejeki kita yang dirampas semalam.”

Wahidin ditemukan tewas dengan cekikan kawat sisa bangunan di lehernya, dan beberapa luka pukulan.