Friday, 26 November 2010

Untuk Adik Disana

dibawah kumandang panggilan tuhan

duduk seorang anak yang cantik

bibirnya merah lugu

memisahkan diri dari rombongan tua

duduk bersandar di tembok luar masjid

menunggu tangan dermawan

bersama rombongan

anak-anak yang bermain disekitarnya menjadi semu

fatamorgana tak terhiraukan

matanya menerawang menembus langit

mencoba mencari tuhannya

mengapa ia tidak bisa sekolah seperti anak-anak lain

tidak bisa bermain lari-larian

hanya mengikuti rombongan peminta belas kasih dermawan

matanya mencari tanpa emosi

mencari hiburan hanya dengan dirinya sendiri

persis seperti diriku saat menatapnya

kemudian aku merasa aku adalah orang yang baik

Monday, 8 November 2010

Sangkar Malam

Aku hampir tak melihat malam kemarin

dia mengurungku dalam sangkar benderang

Setinggi langit

sehingga terlihat punggung burung-burung

Aku hampir bersamamu sepanjang malam

Bersama kita menikmati dan melawan dingin

Bernyanyi bersama malam dalam sangkar kita

Hingga saat fajar aku memutuskan untuk terjun bebas

Kembali merangkak dijalan yang kasar

Kembali menengadah

Sembari melihat perut burung-burung

Siap menerima hujan

Dibawah menerima apa saja

Monday, 1 November 2010

Dibalik Bukit Pemikiran Sempit

Kenapa manusia marah kepadaku?
Kenapa mereka marah
Tak malukah mereka dengan suara biola yang setenang danau
Pernahkah mereka mendengar?
Tak luluhkah mereka dengan nyanyian symphoni
Yang bernyanyi hingga menangis
Yang bergetar kedalam tulang denting pianonya
Atau musik metal yang membakar semua emosi menjadi abu ketenangan
Kemudian terbang ditiup angin



Karena mereka menghakimi dengan marah
Mereka pikir mereka benar dan aku salah
iya kan?
Sungguh egois
Mengapa penilaiannya berbeda-beda?
Karena hidup kita beda
Mata kita melihat sesuatu yang berbeda
Dengan berbeda

Saat aku mulai dimarahi
Dipanggil dengan teriakkan
Dihinakan serendah-rendahnya
Apakah itu menjadikan aku rendah seperti sesuatu yang rendah?
Tidak menurut mataku
Lalu kenapa harus ada?
Biarlah mereka saja
Biarlah puas batinnya
Mereka ternyata mencari kepuasan semata
Dengan memarahiku
Pencari kepuasan yang kotor
Mereka berdalih agar aku berubah seperti mereka
Padahal tak ingin aku berubah seperti mereka
Lalu mereka marah
Misionaris yang kotor
Lalu mereka terus memusuhiku
Siapa yang peduli
Diri sendiri saja tidak
Aku akan bernyanyi

Kenapa ada marah?

Thursday, 14 October 2010

Sangkar Malam

Aku hampir tak melihat malam kemarin

dia mengurungku dalam sangkar benderang

Setinggi langit

sehingga terlihat punggung burung-burung

Aku hampir bersamamu sepanjang malam

Bersama kita menikmati dan melawan dingin

Bernyanyi bersama malam dalam sangkar kita

Hingga saat fajar aku memutuskan untuk terjun bebas

Kembali merangkak dijalan yang kasar

Kembali menengadah

Sembari melihat perut burung-burung

Siap menerima hujan

Dibawah menerima apa saja

Friday, 1 October 2010

Malam


Malam semakin berbahaya

Bukan jalan yang mengintai

Tapi makhluknya menyetan

Bukan bulannya yang mengikuti

Tapi mata mereka dibalik bayangan penuh nafsu lapar

Ketika lorong jalan menghimpit badan menyesak

Semakin erat saat semakin diujung yang gelap

Dan manusia betina yang menempel di tembok

Menawarkan kepuasan dengan paksaan

Bersama si mucikari bertopi malam

Dan suara anjing melolong di belakang tengkuk yang semakin dingin

Dengarkan suara setan bernyanyi dengan jeritan

Hingga berasap mulut yang penuh dengan kemarahan

Dan mata yang menyala penuh amarah seperti serigala

Tawa makhluk-makhluk malam

Menghantui anak


Wednesday, 29 September 2010

Tugas Mengarang Nanda

Hey aku Nanda, umurku 9 tahun. Saat ini bersekolah kelas 4 Sd

Walaupun sekolahku sering bocor saat hujan, tapi aku tetap senang bisa bersekolah disana

karena disana aku menemukan temanku. Dia hebat sekali

Walaupun masih seumuran denganku, dia termasuk anak yang ajaib.

Dia bisa berubah bentuk apa saja

sebut saja maumu

Anjing

Vampir

Penggaris kayu ibu guru

Tempat sampah depan kelas 6a

Monyet

Buku yang sangat tebal

Kaca mata

Jempol kaki yang bau

Asap tebal

Jalan rusak

Jeruji karat

Yahudi

Apa saja,kecuali Super Hero

Tapi dia tidak bisa menjadi batman,atau superman,atau spiderman

dia tidak bisa menjadi Sailor moon, Power ranger, Saint Saiya,Songoku

dia tidak bisa jadi gatot kaca, Gundala, atau Saras 008

dia bisa menghukum bahkan membunuh orang-orang jahat,bahkan sampai ke kejahatan yang sangat kecil

pencuri singkong, maling ayam, maling jemuran, maling sendal

tapi dia tidak bisa menghukum,apalagi membunuh

Jendral bintang tujuh yang menabrak seorang nenek hingga tulang-tulangnya patah

Polisi yang menembak mahasiswa yang menyuarakan aspirasi

Pembunuh bayaran seorang pejuang HAM

Pejabat yang mengambil uang rakyat

Tapi bagaimanapun juga dia temanku.

Ya daripada ndak bisa menghukum siapapun, ya ndak apa-apa lah (logat jawa)

Lagian kan, dia masih 9 tahun..

apa yang bisa diharapkan

Kita masih anak-anak.

Kata ibuku, anak kecil belum tahu mana yang benar dan salah

Thursday, 16 September 2010

HAMLET

I was reading Hamlet.
A drama written by shakespeare
It tells a story about prince Hamlet
I suddenly felt asleep at first phase, scene five
And hamlet I'm dreaming
The book straight into my head
The beauty of Shakespeare's words
And I spoke like prince hamlet in my dream
I spoke the beauty of words
Until I choked up
And when I wake
I'm wondering how words can affect a man for so deep