Monday, February 8, 2010

Makan Saja Kotoran Kami Sekalian!

"Koruptor = Bangsat!"

Mungkin kalimat itu terlalu kasar bagi sebagian orang, tapi aku yakin terlalu halus bagi banyak orang, jika Anda mengerti maksud saya. Aku tidak tahu mengapa baru sekarang merasakan emosi yang begitu bergejolak. Setelah sekian lama sekali para "bangsat" itu ada dimuka bumi ini, di Tanah Airku. Aku teringat pernah diminta untuk memberikan komentar terhadap korupsi oleh salah satu televisi swasta belum lama ini. Lalu apa jawabanku?memalukan untuk ukuran mahasiswa (maaf teman -teman). Karena pada saat itu aku berpikir bahwa dampak korupsi belum aku rasakan, tapi tidak sekarang, Jika mereka (televisi) meminta komentarku lagi, aku akan berteriak, bahkan memaki! Tak perduli berapa banyak kata-kata dariku yang akan disensor untuk ditayangkan. Karena sekarang "bangsat" sudah mulai main-main denganku. Mulai kurasakan mereka mengusikku.

Cerita ini agak ironis, karena "bangsat" yang menyadarkanku akan kelakuan mereka sendiri, ditambah ibuku (Thanks momma).

Pada hari itu seluruh daerah rumahku mati lampu. Baru pulang, badan gerah, panas, lengket, haus, lapar. Apa yang Aku temukan?Gelap, gerah, gatal, dan emosi tentu saja. Daripada dosa bertambah, ku masuklah ke kamar. Tiduran, kipas-kipas, setel musik. Tidak berapa lama, mamaku masuk ke kamar, dan dengan gerakannya, ia menyulut emosiku, mungkin agak sering, tapi kalau yang ini jenis emosi yang beda. Mama tidak menutup pintu kamar kembali, saat ia keluar, padahal aturan dikamarku jelas terpampang dipintu "HARAP TUTUP KEMBALI." Melihat pintu yang terbuka, emosi yang kucoba belenggu, meletus. Aku mencoba untuk meredam dengan air dingin, namun bukannya menjadi tenang, malah semakin besar. Karena si "bangsat." Air dingin yang ada di kulkas hanya air kemasan bermerek KW2. Karena emosi, tidak ada sedotan yang kutemukan, aku membuka kemasan itu dengan ujung sendok teh. Bukannya, air dingin itu muncrat keatas, malahan muncrat kesamping. Ya, gelas itu pecah, sehingga aku tidak bisa minum. Mungkin karena terlalu keras aku menusuk, kucoba lagi dengan kemasan yang baru, tapi merek yang sama. Benar saja, hasilnya sama. Kemasan itu pecah seperti terbuat dari kertas. Detik itu juga, pikiranku seperti terbuka lebar. "Kotak" korupsi yang tersimpan di tempat paling gelap, di pojok otak seperti ditebas oleh kapak, mengeluarkan semua kejelekan korupsi. "Bangsat" itu ternyata dekat sekali denganku. Dia berani masuk ke rumahku, dia mengusikku.

Kenapa Aku menuduh air kemasan itu? Ya, karena di jaman yang penuh persaingan ini, tidak mungkin suatu produk menurunkan kualitas. Hanya korupsi yang bisa membuatnya begitu. Aku akan memberi tahu Anda betapa korupsi sangat dekat dengan kita. Yang Anda perlukan hanya berpikir, gunakan otak. Pikirkanlah tentang semua kejelekan di dunia ini. Disanalah korupsi berada. Disana "bangsat-bangsat" bernyanyi. Bahkan di departemen Anda, di sekolah, kampus, lingkungan. Karena banyak yang bilang ini adalah lingkaran setan. Tidak akan pernah putus.

Tapi tidak bagiku. Bagiku ini adalah Spiral setan. Spiral memiliki ujung. Matikan saja di salah satu putaran, dan spiral itu tidak akan bertambah panjang. Siapakah ujung yang harus dimatikan? Adalah kita. generasi muda yang masih panjang perjalanan yang akan kita tempuh. Biarkan para tua "bangsat" mati busuk. Jangan biarkan mereka mengajak Saya atau Anda. Aku tidak men-generalisasi golongan tua. Para penentang korupsi banyak sekali yang sudah berkeluarga, mungkin Anda. Tapi yang tua yang mengajarkan yang muda bukan?

Untuk para "bangsat" yang kebetulan membaca blog ini, saya berharap untuk tidak memperpanjang masalah ini, seperti yang sedang marak sekarang. Karena Kalian hanya akan membuat kami marah. Benahi saja dirimu "bangsat." Jika sangat sulit bagi kalian untuk melakukan itu, jika korupsi begitu seksinya bagi kalian, sehingga kalian berlomba-lomba bercinta dengannya pagi sampai malam. Jika korupsi begitu lezatnya bagi kalian, sehingga lahaplah kalian memakannya, buncitlah perut kalian dibuatnya, jika masih kurang uang rakyat yang kalian makan, MAKAN SAJA KOTORAN KAMI!!!


terima kasih

No comments:

Post a Comment